Surabaya (beritajatim.com) – Para pemain Deltras FC dan Persiku Kudus bersama suporter melakukan one minute silence atau hening cipta sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi korban tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan ini berlangsung sebelum kick off pertandingan Liga 2 yang digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Para pemain dan suporter secara khusyuk memanjatkan doa bagi para santri yang menjadi korban dalam insiden memilukan tersebut.
Suporter bahkan mengenang para korban dengan menyanyikan lagu “Datang Akan Pergi” dari Endank Suakmti, sebagai bentuk penghormatan khusus.
Di beberapa tribune stadion, terlihat spanduk berisi dukungan seperti “Pray for Al Khoziny” di tribun timur dan “Pray for Pondok Pesantren Al Khoziny” di tribun utara, menunjukkan solidaritas masyarakat sepakbola terhadap tragedi ini.
Menurut data terbaru yang diperoleh, jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny kini mencapai 37 orang per siang hari Minggu (5/10/2025).
Salah satu perwakilan Suporter menyampaikan, “Kami bersama para pemain Deltras FC dan Persiku Kudus ingin menunjukkan kepedulian dengan melakukan one minute silence dan mengajak semua pihak untuk mendoakan korban agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.” (way/ted)






