Gresik (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merasa sangat kehilangan saat tiba di rumah duka untuk melepas kepergian atlet gymnastik artistik Naufal Takdir Al Bari.
Gubernur dua periode ini mengenakan busana putih dan rok hitam saat hadir di Jalan KH. Kholil Gang XI, Gresik, tempat almarhum disemayamkan. Kedatangan Khofifah disambut dengan antusias oleh ratusan warga yang berdesak-desakan untuk bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Timur tersebut.
Setibanya di rumah duka, Khofifah langsung diarahkan menuju ke dalam rumah yang terletak di gang sempit. Ibunda almarhum, Nurul Khotimah, tak kuasa menahan air mata saat Gubernur Khofifah memeluknya dengan erat.
“Kami turut berduka atas kepergian Naufal Takdir Al Bari. Indonesia, Jawa Timur, dan Kabupaten Gresik sangat kehilangan. Almarhum meninggalkan kita membawa nama Indonesia di kancah internasional saat menjalani TC di Rusia,” ungkap Khofifah.
Selanjutnya, Gubernur Khofifah dan keluarga almarhum menuju Langgar Rahmat untuk melaksanakan sholat jenazah sebelum Naufal dimakamkan di TPU Tlogopojok Gresik. Usai sholat, Khofifah kembali memeluk erat tangan ibunda almarhum, dan air mata pun tak dapat ditahan lagi. Jenazah Naufal kemudian dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke pemakaman.
Gubernur Khofifah juga mengenang sosok almarhum yang sangat baik, tidak hanya di dunia olahraga, tetapi juga di luar arena. “Almarhum Naufal Takdir Al Bari friendly terhadap siapa saja. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak sampai jenazahnya tiba di tanah air,” tuturnya dengan haru.
Di sisi lain, ibunda almarhum, Nurul Khotimah, hanya bisa pasrah melihat anaknya dimasukkan ke dalam peti jenazah. Dengan suara terbata-bata, ia terus mengucapkan doa untuk anaknya yang telah pergi. “Mohon maaf, mas, ibu saya masih berduka,” ujar Affa Mufarik, kakak kandung Naufal Takdir Al Bari, yang juga tampak sangat terpukul. [dny/suf]






