Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga Gresik tumpah ruah menyambut kedatangan jenazah Naufal Takdir Al Bari, atlet gymnastik artistik nasional yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti Training Camp (TC) di Rusia.
Sejak pagi, warga sudah mulai berjajar di sepanjang Jalan KH. Kholil Gang XI untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, yang dikenal sebagai salah satu atlet muda berbakat dari Jawa Timur.
Kedatangan jenazah Naufal disambut dengan penuh haru oleh sejumlah pejabat daerah dan pengurus Persatuan Gymnastik Artistik Indonesia. Di antaranya, hadir Ketua Umum Persatuan Gymnastik Artistik Indonesia, Ita Yuliati, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dan Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif.
Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan dan rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya Naufal, seorang atlet potensial yang begitu dicintai oleh masyarakat.
Ita Yuliati, Ketua Umum Persatuan Gymnastik Artistik Indonesia, dengan terbata-bata mengungkapkan rasa kehilangan mendalam. “Kami merasa kehilangan, dia Naufal mengalami kecelakaan saat mengikuti TC di Rusia,” ungkapnya dengan suara penuh emosi pada Jumat (3/10/2025).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga menyampaikan duka cita yang mendalam. “Jawa Timur kehilangan atlet potensial. Mudah-mudahan kebaikan almarhum Naufal diterima di sisi Allah SWT,” kata Khofifah, sembari mengenang perjuangan Naufal yang telah bersiap mengikuti kejuaraan dunia gymnastik artistik serta Olimpiade 2030 di Los Angeles.
Sebelum dimakamkan di TPU Tlogopojok, jenazah Naufal terlebih dahulu disholatkan di Langgar Rahmat, tempat ibadah yang berada tidak jauh dari kediamannya. Proses pemakaman berjalan khidmat, meskipun ibunda almarhum, Nurul Khotimah, tidak kuasa menahan rasa kehilangan. Dalam suasana haru, ia digandeng oleh Gubernur Khofifah untuk melihat anak kesayangannya yang akan dimakamkan.
Naufal Takdir Al Bari, yang merupakan anak keenam dari pasangan Nurul Khotimah dan almarhum Ali Hasyim, meninggalkan banyak kenangan dan prestasi gemilang. Meski usianya terbilang muda, semangat dan dedikasinya dalam dunia olahraga, khususnya gymnastik, akan selalu dikenang. [dny/suf]






