Sumenep (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa malam, 30 September 2025, khususnya di Pulau Sepudi menyebabkan kerusakan signifikan, dengan 144 bangunan dilaporkan rusak. Kerusakan meliputi rumah, masjid, musala, sekolah, dan Puskesmas yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Gayam, Nonggunong, dan Talango.
Menurut data dari Call Center 112 yang dihimpun oleh tim gabungan di lapangan, sebanyak 6 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa. Semua korban telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Gayam.
Penanggung jawab Call Center 112 Sumenep, Arif Santoso, menjelaskan bahwa pendataan kerusakan ini dapat dipertanggungjawabkan karena disertai dengan identitas lengkap, foto, dan keterangan tingkat kerusakan.
“Data kami dapat dipertanggungjawabkan karena disertai identitas lengkap, foto, serta keterangan tingkat kerusakan,” jelas Arif Santoso, Rabu (1/10/2025).
Kecamatan Gayam Pulau Sepudi menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan 114 rumah rusak, 6 masjid, 1 musala, 1 sekolah (SDN Gayam 1), serta Puskesmas Gayam juga rusak. Di Kecamatan Nonggunong, tercatat 16 rumah rusak, 2 masjid, 1 musala, dan 1 sekolah. Sementara itu, Kecamatan Talango hanya tercatat 1 rumah rusak di Desa Gapurana.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap mengenai kerusakan bangunan akibat gempa dan segera merespons situasi tersebut.
“Karena itu, kami bergerak cepat. Tim kami langsung berangkat ke Pulau Talango dipimpin Pak Asisten, untuk memberikan bantuan,” kata Bupati Sumenep.
Bupati Fauzi juga menjelaskan bahwa tim gabungan dari Forkopimda Sumenep telah menggelar rapat koordinasi untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan dampak gempa. Mereka berencana untuk segera mengunjungi Pulau Sepudi untuk bertemu langsung dengan korban dan memberikan bantuan.
“Insya Allah besok tim kami akan berangkat ke Pulau Sepudi untuk bertemu langsung dengan para korban gempa, sekaligus memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Semoga sudah tidak ada lagi gempa susulan,” harap Bupati Fauzi.
Gempa yang mengguncang Sumenep ini tercatat pada Selasa malam pukul 23.49 WIB, dengan episenter berada di laut, sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi. Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kedalaman 11 kilometer dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut. BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat, hingga pukul 00.29 WIB Rabu pagi, telah terjadi empat kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4,4. Meskipun terjadi gempa susulan, pihak BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami yang mengancam wilayah Sumenep. [tem/suf]






