Bondowoso (beritajatim.com) — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Bondowoso menyoroti belum optimalnya fungsi Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di kawasan Jembatan Ki Ronggo.
Padahal, pembangunan Pujasera tersebut digadang-gadang sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung sektor UMKM, menata kawasan kuliner, dan memperkuat ekonomi kreatif lokal.
Juru bicara Fraksi PKB, Imron Humaidi, menyebut Pujasera seharusnya menjadi ruang publik yang representatif, nyaman, sekaligus mampu menjadi magnet aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran fasilitas itu juga diharapkan mendukung citra kota yang tertib, bersih, dan terintegrasi. Namun, menurut Imron, hingga kini tujuan tersebut belum tercapai.
“Fungsi Pujasera belum dapat berjalan secara optimal karena masih ada sejumlah kekurangan pada sarana dan prasarana penunjang,” ujarnya dalam rapat paripurna, Minggu (28/9/2025) malam.
Ia menambahkan, kajian mendalam diperlukan agar semua komponen penunjang Pujasera terpenuhi. Hal itu meliputi infrastruktur fisik, utilitas dasar, hingga aspek kenyamanan dan keselamatan sesuai standar pemanfaatan ruang usaha kuliner publik.
“Dengan pemenuhan itu, Pujasera Ki Ronggo tidak hanya berfungsi sebagai pusat kuliner, tetapi juga bisa menjadi ikon baru perekonomian kreatif Bondowoso,” tegasnya. (awi/ted)






