Gresik (beritajatim.com) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG terus mendorong pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) naik kelas agar tetap eksis di era digital. Salah satunya melalui pelatihan komunikasi dan promosi digital berbasis e-commerce, yang diikuti 40 pelaku UMK dari enam kelurahan dan desa di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Peserta berasal dari Kelurahan Singosari, Sidomoro, Gending, serta Desa Sidorukun, Segoromadu, dan Kramat Inggil. Dalam kegiatan ini, mereka belajar langsung dari praktisi mengenai strategi promosi modern berbasis platform digital.
Selain keterampilan komunikasi dan pemasaran, SIG juga memfasilitasi akses pembiayaan UMK melalui kerja sama Program PUMK dengan BRI. Bank penyalur akan menilai kelayakan usaha sekaligus membuka peluang permodalan bagi peserta.
Salah satu peserta, Nurhayati (41), pelaku UMK keripik pisang asal Desa Kembangan, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Sebelumnya kami hanya memasarkan secara tradisional lewat arisan, WhatsApp, dan dari mulut ke mulut. Baru kali ini kami memahami pentingnya e-commerce dan public speaking agar lebih percaya diri saat menawarkan produk,” ungkapnya, Minggu (28/9/2025).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan komitmen perusahaan mendukung kemajuan UMK. “UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, UMK juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BRI Unit Kembangan Gresik, Rahmaddiansyah Akbar, menambahkan bahwa BRI siap mendukung UMK sesuai kebutuhan. “Sebagai mitra strategis SIG, kami menyediakan fasilitas pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan usaha dan ekonomi masyarakat,” tutupnya. [dny/but]






