Pamekasan (beritajatim.com) – Gelandang serang Madura United FC, Iran Junior harus menepi akibat cedera patah tulang jadi kaki yang dialami pasca bertanding melawan Bhayangkara FC, pada pekan kelima Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Jumat (12/9/2025).
“Pemeriksaan menunjukkan adanya fraktur (patah tulang) yang tidak bergeser pada posisi anatomi (non-displaced) di ujung distal jari kaki kanan, disertai pembengkakan jaringan lunak di sekitarnya,” kata Dokter Tim Madura United FC, Irsyad Ramadhan, Sabtu (27/9/2025).
Kondisi tersebut membuat pemain berkebangsaan Brasil, terpaksa harus absen membela Laskar Sape Kerrab yang tengah berjuang menjauh dari zona merah degradasi. Khususnya dalam menjalani dua laga tandang terakhir.
“Saat ini Iran Junior telah dilakukan fiksasi sederhana dengan pemasangan finger tape, ditambah pemberian vitamin tulang untuk menunjang penyembuhan,” sambung Irsyad Ramadhan.
Bahkan akibat cedera tersebut, pemain bernomor punggung 10 tersebut terancam absen hingga beberapa bulan ke depan, sebab ia harus menjalani proses pemulihan. “Butuh waktu cukup panjang dalam proses pemulihannya,” jelasnya.
Saat ini tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, menempati posisi 15 klasemen sementara Super League dengan koleksi sebanyak 6 poin berkat hasil 1 menang, 3 kali imbang dan 3 kali kalah dari 7 laga yang dijalani. Mereka baru mampu mencetak 5 gol dan kebobolan sebanyak 9 gol.
Namun tidak menutup kemungkinan, posisi mereka justru kembali menempati zona merah degradasi seiring dengan adanya tim zona merah, Semen Padang yang sudah mengoleksi 4 poin di posisi 17 klasemen, masih menyisakan tabungan 2 laga berbeda. [pin/ian]






