Tuban (beritajatim.com) – Enam siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri Palang pada hari Rabu 24 September 2025 kemarin, masih didalami oleh pihak Kepolisian Polres Tuban dan menunggu selama 3-5 hari ke depan untuk menemukan hasilnya.
Diketahui, 6 korban tersebut diduga keracunan saat mendapat menu nasi goreng dengan lauk telur ceplok, timun dan buah anggur. Setelah itu, korban merasa mual disertai sesak nafas hingga muntah-muntah.
Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander bahwa pihak Kepolisian telah mengantongi sampel dari makanan dan muntahan korban untuk dilalukan uji lab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Timur.
“Tujuannya untuk mengetahui penyebab dugaan dari keracunan apa,” tutur AKP Dimas sapanya, Jumat (26/09/2025).
Meski begitu, pihaknya masih menunggu uji lab sekitar 3 sampai 5 hari kedepan. Adapun para saksi belum dipanggil. Sebab, pihak Kepolisian mengamankan sampel terlebih dahulu.
“Jadi fokus kami itu mengamankan sampel terlebih dahulu, karena jangan sampai sampel ini rusak baik dari makanan maupun muntahan,” tegas Dimas.
Menurutnya, jika sampel ini tidak langsung diberikan ke laboratorium, dikhawatirkan apabila berlarut-larut sampel akan rusak dan tidak diketahui hasilnya.
“Kita akan menunggu hasil labnya apa, nanti baru kita panggil saksi-saksi,” imbuhnya.
Lanjut, misalnya hasil lab ternyata dari nasinya atau dari mana, kemudian kalau memang dari nasinya kita panggil seluruhnya, mulai dari SPPG, produsen sama distributornya.
“Kondisi korban saat ini masih dalam rawat jalan,” pungkasnya. [dya/ian]






