Gresik (beritajatim.com)- Untuk kesekian kalinya warga di beberapa wilayah Kabupaten Gresik dibuat resah oleh kemunculan ular berbisa jenis viper yang mulai memasuki area permukiman. Hewan melata ini diketahui sangat berbahaya karena bisanya dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian jika tidak segera ditangani secara medis.
Munculnya ular viper dilaporkan Riska (39) warga Jalan Veteran 129 Gresik. Dirinya menceritakan awal mula kejadian ini sewaktu membuang sampah. Tiba-tiba melihat seekor ular viper yang berada di pojok bawah tangga.
Spontan dirinya kaget. Tak ingin dirinya celaka. Riska sempat meminta tolong tetangganya kemudian diteruskan menghubungi petugas Damkarla Gresik.
“Saya sempat shock sewaktu membuang sampah, tiba-tiba ada ular viper dengan corak berwarna mencolok menggeliat dibawah tangga,” ujar Riska, Jumat (26/9/2025).
Mendapat laporan ada ular viper membahayakan warga. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, bergegas ke lokasi. Selanjutnya mengevakuasi binatang melata ini.
Petugas Damkarla Gresik, Facial Irwansyah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan seperti sekarang, yang membuat hewan liar mencari tempat yang lebih sejuk dan lembap, termasuk di dalam rumah warga.
“Ular viper sangat berbahaya. Gigitan bisa menyebabkan pembekuan darah yang cepat. Jika terlambat ditangani, bisa berujung pada kematian,” ungkap Facial.
Dirinya juga mengingatkan agar warga segera membawa korban bila terkena gigitan ular ke fasilitas kesehatan terdekat, dan tidak mencoba mengobati sendiri.
“Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa terkena gigitan ular viper. Tapi sebaiknya tetap waspada dan berhati-hati,” urainya. dny






