Malang (beritajatim.com) – Di tengah perkembangan jaman yang serba cepat dan digital, pola hidup harus sudah berubah. “Pola hidup harus sudah berubah. Saya melayani pak Bupati. Tugas saya kemudian bagaimana bisa menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Malang,” tegas Sekda Kabupaten Malang yang baru terpilih, Budiar Anwar, Kamis (25/9/2025) sesuai pelantikan.
Kata Budiar, angka kemiskinan di Kabupaten Malang saat ini sebesar 8,7. “Harapan Bupati angka kemiskinan bisa turun diangka 5. Setelah ini kami akan kumpulkan seluruh OPD. Kita coba sinergikan program program yang sudah mereka buat,” kata Budiar.
Budiar menjelaskan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Malang seperti Dinas Kesehatan, Cipta Karya, PertNian, Ketahanan Pangan, Rumah Sakit hingga Badan Keluarga Berencana, punya program terkait penurunan angka kemiskinan.
“Semua ada program, tapi belum disinergikan. Nah tugas saya setelah ini mensinkronkan itu,” tuturnya.
Contoh nyata terkait kemiskinan di Kabupaten Malang, beber Budiar, masih banyaknya warga yang menggunakan jamban coblok. Atau tempat buang air besar (BAB) yang berada di tanah tegalan. Padahal jika malam hari, cukup mengkhawatirkan.
“Contoh jamban coblok yang ada di tengah tegalan, nanti coba kita dekatkan dalam rumah. Kita buatkan lebih layak. Termasuk kita siapkan bedah rumah. Pak Bupati tidak ingin ada rumah yang lantainya dari tanah. Kita bedah nanti,” ucapnya.
Budiar mengakui, ada banyak faktor perihal kemiskinan. Salah satunya, angka kemiskinan jatuh karena banyak wanita yang menggantungkan hajat hidupnya pada suami. Ketika suami meninggal dunia, mereka (para wanita) jadi keteteran.
Budiar yang mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menegaskan, bakal menghidupkan kembali program keluarga berencana (KB). Termasuk menekan angka stunting. Menyediakan bibit unggul tanaman untuk mensuplai gizi masyarakat seperti sayur mayur dan sejenisnya. (yog/ian)






