Marseille (beritajatim.com) – Warga Paris terbelah hari ini. Di satu sisi, mereka merayakan kemenangan Ousmane Dembele di Ballon d’Or. Tetapi, di sisi lainnya sedang bersedih. Itu dipicu Paris Saint-Germain yang keok 0-1 dari rival abadi Olympique Marseille. Gol semata wayang dicetak bek Nayef Aguerd pada menit kelima.
Le Classique edisi ke-110 itu dimainkan di Stade Velodrome, Marseille. Kali terakhir PSG kalah dari OM di Ligue 1 terjadi pada musim 2020–2021.
Kekalahan di journee kelima Ligue 1 itu mengakhiri sapu bersih PSG di empat journee sebelumnya. Sekaligus membuat PSG digeser AS Monaco dari pucuk klasemen.
Bahkan, ada empat tim sekaligus yang mengoleksi 12 poin dari lima journee. Selain PSG dan ASM, ada juga Olympique Lyon dan RC Strasbourg.
Entraineur PSG Luis Enrique enggan menjadikan absennya beberapa pemain yang menghadiri Ballon d’Or jadi penyebab kekalahan timnya. Selain Dembele, ada juga Joao Neves, Desire Doue, dan Bradley Barcola yang absen vs OM. Bedanya, tiga nama terakhir absen karena cedera. Khusus Neves dan Doue, mereka turut hadir di gala Ballon d’Or “menemani” Dembele.
“Kami tidak terbiasa kalah (di Ligue 1, Red). Ku rasa, kami bermain baik dan layak mendapatkan lebih. Terlepas dari semuanya, kami tim juara bertahan dan harus melupakan kekalahan ini untuk menyiapkan laga-laga selanjutnya,” ujar Enrique dilansir AP. (dio)






