Blitar (beritajatim.com) – Sebuah potret memprihatinkan datang dari data kemiskinan Kabupaten Blitar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ada 89.040 warga Kabupaten Blitar yang hidup dalam belenggu kemiskinan.
Itu artinya ada sekitar 7,57 persen masyarakat Bumi Penataran yang hingga kini belum bisa hidup layak dan keluar dari jeratan kemiskinan. Lebih mirisnya mereka yang tergolong miskin ini pendapatannya sangat jauh dari kata layak, yakni di bawah Rp450 ribu per kapita per bulan.
Angka ini seharusnya menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan seluruh pemangku kepentingan. Jika dirata-ratakan, 89.040 warga miskin itu harus menyambung hidup dengan pendapatan kurang dari Rp15 ribu setiap harinya.
“Tadi kan disampaikan garis kemiskinan sekitar Rp417 ribu per kapita per bulan, tapi jangan dilihat orang tapi dilihat rumah tangga, satu rumah itu sekitar Rp. 1,6 juta per keluarga per bulan,” ucap Kepala BPS Kabupaten Blitar, Siti Anni Ma’rifah pada Senin (22/9/2025).
Diketahui garis kemiskinan di Kabupaten Blitar berada di angka Rp.417 ribu per kapita per bulan. Garis Kemiskinan (GK) dapat diartikan sebagai batas pengeluaran minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan, per kapita per bulan.
Angka Rp417.158 per kapita per bulan menunjukkan jumlah uang yang dibutuhkan oleh satu individu dalam satu bulan untuk tidak dikategorikan sebagai miskin. Itu artinya jika pendapatan per kapita seseorang berada di bawah nilai Garis Kemiskinan, maka individu tersebut dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dan dikategorikan sebagai miskin.
Tentu kondisi cukup miris dan harus jadi perhatian bersama baik Pemkab Blitar maupun pemangku kebijakan yang lain. Program-program pengentasan kemiskinan pun harus benar-benar diprioritaskan, sehingga grafik penurunan angka kemiskinan yang terjadi mulai tahun 2024 kemarin bisa terus dilanjutkan.
“Persentasenya turun dari tahun kemarin 8,16 persen turun jadi 7,57 persen,” tegasnya.
Diketahui memang angka kemiskinan di Kabupaten Blitar tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Angka kemiskinan di Kabupaten Blitar pada 2024 kemarin adalah sebesar 8,16 persen dan kini turun sebesar 0,59 persen.
Meski demikian angka kemiskinan di Kabupaten Blitar masih berada diurutan ke-13 di Provinsi Jawa Timur. Tentu ada berbagai faktor yang menyebabkan angka kemiskinan di Kabupaten Blitar berada di angka 7,57 persen.
Jika dilihat di lapangan faktor lapangan kerja masih menjadi kendala utama kenapa warga Blitar masih banyak yang terjerat kemiskinan. Masyarakat saat ini banyak yang kesulitan untuk mencari kerja sehingga sulit untuk memenuhi garis kemiskinan yang mencapai Rp. Rp 417.158 per kapita per bulan.
Salah satu warga yang mengeluhkan sulitnya mencari lapangan kerja adalah Rahma. Warga Wates Kabupaten Blitar itu sudah hampir 2 tahun menganggur usai lulus sekolah menengah atas (SMA).
“Gimana tidak ikut kategori miskin, kalau selama 2 tahun tidak kerja, sulit cari kerja, selama ini sudah usaha tapi sulit cari kerja di Blitar,” ucapnya.
Rahma sebenar berterimakasih kepada Pemkab Blitar yang telah menyalurkan bantuan sosial kepada keluarganya. Namun bantuan sosial itu dirasa tidak cukup menyelesaikan permasalahan kemiskinan, ia berharap Pemkab Blitar bisa membuka lapangan kerja yang luas sehingga ia tidak perlu lagi bergantung pada bantuan sosial.
“Kalau ada lapangan kerja pasti akan lebih baik ekonomi kami dan bisa saja kami keluar dari kategori miskin,” tegasnya. [owi/beq]






