Manchester (beritajatim.com) – Awalnya, homecoming Kevin De Bruyne ke Etihad Stadium, Manchester, berjalan lancar. Dia mendapat sambutan hangat sebelum laga antara Manchester City dan SSC Napoli dimulai. Salah satunya terbentang spanduk King Kev di salah satu tribun penonton. Standing ovation untuknya juga tersaji dari seluruh penjuru stadion.
Tetapi, nostalgia emosional tersebut hanya bertahan 26 menit. Itu dipicu kartu merah yang diterima bek sekaligus kapten Napoli Giovanni Di Lorenzo ketika melanggar Erling Haaland.
Ternyata, allenatore Napoli Antonio Conte memilih untuk menarik keluar De Bruyne. Dia digantikan oleh Mathias Olivera.
Sekali lagi, gelandang 34 tahun itu mendapat sambutan hangat dari penonton. ‘Oh Kevin De Bruyne’ juga menggema. Ya, para penonton tidak akan lupa kontribusi hebat De Bruyne dalam 10 musim terakhir bersama City yang berujung 19 gelar.
Sesaat sebelum keluar lapangan, ekspresi kecewa De Bruyne jelas terlihat. Inisiatif Conte mengganti gelandang Belgia itu sontak disorot tajam oleh pendukung City. Dilansir Mirror, salah satunya mengatakan bahwa seharusnya striker Rasmus Hojlund lebih layak diganti.
“Kami memiliki rencana untuk laga ini dan semuanya hancur setelah kartu merah. Dengan 10 pemain, mustahil keluar dari sini (Etihad Stadium, Red) dengan tanpa cela,” ujar Conte dilansir Sky Sports.
Homecoming De Bruyne semakin berantakan lantaran Erling Haaland mencetak salah satu dari dua gol kemenangan City. Itu adalah gol ke-50 Haalandi Liga Champions.
Striker Norwegia itu jadi yang tercepat melakukannya karena hanya butuh 49 laga. Jauh lebih cepat dari mantan striker Manchester United Ruud van Nistelrlooij yang butuh 62 laga.
Selebrasi Haaland ketika mencetak gol di menit ke-56 itu “merusak” persahabatannya dengan De Bruyne. Sebab, dalam tiga musim sebelumnya mereka berdua memang kerap terlibat dalam gol City. Kini, ketika Haaland berselebrasi, De Bruyne malah duduk manis di bangku cadangan.
Dilansir Transfermarkt, kolaborasi Haaland-De Bruyne berlangsung dalam 95 laga. Ada 25 gol City yang melibatkan mereka. Antara lain 22 gol Haaland hasil assist De Bruyne, dan 3 gol lainnya berasal dari assist Haaland untuk De Bruyne.
“Sayang sekali dia (De Bruyne, Red) tidak lama bermain. Tetapi, dia pasti merasakan hal luar biasa dari suporter. Yang dilakukannya di sini selama 10 musim sangat luar biasa. Kami tidak akan berjaya tanpanya,” papar tactician City Pep Guardiola. (dio)






