Surabaya (beritajatim.com)- Roti sering menjadi pilihan menu sarapan karena lebih praktis dan ringan. Banyak orang, terutama yang memiliki aktivitas padat sejak pagi, cenderung mencari makanan yang bisa disiapkan dengan cepat namun tetap mengenyangkan. Dari sekian banyak jenis roti, roti tawar menjadi favorit karena mudah dikreasikan sesuai selera.
Selain fleksibel untuk berbagai resep, roti tawar juga mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang terjangkau. Tak heran jika makanan ini seolah menjadi “penyelamat” bagi mereka yang ingin sarapan cepat sebelum berangkat kerja, kuliah, atau memulai aktivitas lain.
Namun, dibalik kepraktisannya, roti tawar memiliki kelemahan yang cukup sering dikeluhkan banyak orang. Berbeda dengan makanan kemasan lain yang bisa bertahan berminggu-minggu, roti tawar justru memiliki masa kadaluarsa yang singkat.
Hanya dalam hitungan beberapa hari setelah kemasan dibuka, teksturnya mulai mengeras, bahkan bisa muncul bercak jamur yang menandakan roti sudah tidak layak dikonsumsi. Selain cara penyimpanan, ada beberapa faktor utama yang membuatnya cepat basi dan mudah ditumbuhi jamur.
Kandungan air tinggi
Roti tawar mengandung kadar air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat teksturnya lembut, tetapi disisi lain juga menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme, termasuk jamur. Itulah sebabnya, roti tawar jarang bisa bertahan lebih dari beberapa hari pada suhu ruang.
Tanpa pengawet
Sebagian besar roti tawar yang dijual di pasaran, terutama roti dengan label “sehat” atau “fresh baked”, biasanya tidak menggunakan banyak bahan pengawet. Hal ini membuat kualitas rasa lebih terjaga, namun konsekuensinya adalah umur simpan yang pendek.
Rentan terkontaminasi jamur
Begitu kemasan roti dibuka, roti langsung terpapar udara luar yang membawa spora jamur. Semakin sering roti dibuka dan ditutup, semakin besar pula peluang kontaminasi yang mempercepat pertumbuhan jamur. Inilah sebabnya, banyak orang mendapati roti berjamur hanya beberapa hari setelah dibuka, meskipun masih ada dalam kemasan.
Pada akhirnya, roti tawar memang tidak dirancang untuk bertahan lama seperti makanan kemasan lain. Kandungan air yang tinggi, minimnya pengawet, serta risiko kontaminasi udara membuatnya cepat basi meski disimpan dengan hati-hati. Bagi yang gemar sarapan roti, solusi terbaik adalah membeli sesuai kebutuhan dan menyimpannya dengan cara tepat, seperti menutup rapat kemasan atau menyimpannya di freezer agar lebih awet. Dengan begitu, roti tetap bisa dinikmati dalam kondisi segar tanpa khawatir cepat berjamur [Erlina Damayanti]






