Ponorogo (beritajatim.com) – Masyarakat Ponorogo diminta waspada terhadap penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat ada 114 kasus baru orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sejak awal tahun hingga Agustus 2025. Data ini menunjukkan penularan masih terus terjadi dengan tren yang cenderung meningkat.
“Hingga bulan Agustus ada 114 kasus baru HIV,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setiyarini, Rabu (17/9/2025).
Menurut Anik, angka tersebut merupakan hasil tracing intensif yang dilakukan sepanjang tahun. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perilaku seks menyimpang yang turut menyumbang tingginya penularan HIV di Ponorogo.
“Kebiasaan seks berbahaya dan menyimpang ini, menjadi salah satu penyumbang kasus HIV,” jelasnya.
Dari 114 kasus baru tersebut, 13 kasus berasal dari lelaki seks dengan lelaki (LSL), 23 kasus dari wanita pekerja seksual (WPS), dan 25 kasus dari kalangan pelanggan seks.
Anik menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada ODHA.
“HIV ini setiap tahun angkanya selalu hampir sama, dan kasusnya ada terus. Maka tidak perlu menjauhi penderitanya, jauhi penyakitnya dengan menghindari cara penularan,” pesannya.
Hingga kini HIV/AIDS memang belum ditemukan obatnya. Namun masyarakat bisa melindungi diri dengan menghindari perilaku berisiko, seperti seks bebas tanpa pengaman, hubungan sesama jenis yang tidak sehat, dan penggunaan jarum suntik tidak steril.
Dengan tren kasus yang meningkat, Dinkes Ponorogo berkomitmen memperkuat edukasi, tracing, dan pendampingan. Upaya ini diharapkan dapat menekan penyebaran sekaligus memberikan harapan hidup layak bagi ODHA tanpa diskriminasi. [end/beq]






