Surabaya (beritajatim.com)- Makanan yang digoreng memang memiliki kenikmatannya sendiri. Rasa kering dan renyah yang dihasilkan menjadikan makanan gorengan begitu digemari oleh masyarakat. Namun, nyatanya tidak semua makanan, khususnya sayuran aman dikonsumsi jika dimasak dengan cara digoreng.
Beberapa sayuran mengandung senyawa alami yang bisa berubah menjadi berbahaya atau racun ketika terkena minyak panas, terutama jika digoreng terlalu lama atau sampai gosong
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orang yang belum menyadari bahwa tidak semua sayuran aman digoreng. Banyak yang menganggap semua sayuran sehat tanpa memperhatikan cara pengolahannya.
Sayuran mengandung nitrat
Sayuran seperti bayam, seledri, dan bit mengandung senyawa nitrat yang tinggi. Nitrat sendiri sebenarnya relatif aman dalam sayuran mentah. Namun, saat dipanaskan dengan suhu tinggi (misalnya digoreng), nitrat dapat berubah menjadi nitrit. Kemudian nitrit bisa bereaksi dengan amina (dari protein) membentuk nitrosamin, yang merupakan senyawa karsinogenik dan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker lambung.
Selain itu, mengkonsumsi makanan yang memiliki nitrit dalam jumlah tinggi juga dapat mengganggu transportasi oksigen dalam darah (methemoglobinemia), meski kasus ini lebih jarang pada orang dewasa.
Sayuran mengandung pati
Sayuran yang mengandung pati tinggi seperti kentang, ubi, dan wortel saat digoreng pada suhu tinggi (>120°C) dapat menyebabkan pati dan gula sederhana yang terkandung bereaksi membentuk senyawa akrilamida, yang bersifat neurotoksik dan potensial karsinogenik melalui reaksi Maillard.
Akrilamida ini bersifat neurotoksik dan memiliki potensi karsinogenik, sehingga konsumsi dalam jumlah tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kanker serta gangguan saraf. Oleh karena itu, meski gorengan terasa renyah dan lezat, penting untuk membatasi penggorengan sayuran yang tinggi pati agar tetap aman bagi kesehatan.
Sayuran mengandung gitrogen
Sayuran seperti kol, brokoli, kubis, dan kembang kol mengandung senyawa goitrogen, yang dikenal dapat mengganggu penyerapan yodium oleh kelenjar tiroid. Jika dikonsumsi berlebihan atau dimasak dengan cara yang tidak tepat, seperti digoreng terlalu lama, kandungan goitrogen ini tetap aktif dan bisa mempengaruhi fungsi tiroid.
Selain itu, suhu tinggi pada penggorengan yang berlebihan atau hingga sayuran gosong dapat memicu terbentuknya senyawa samping seperti akrilamida, yang bersifat toksik bagi tubuh.
Menggoreng sayuran memang terkesan lebih praktis, namun di balik kepraktisan tersebut terdapat bahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, untuk tetap menikmati sayuran dengan aman, sebaiknya pilih cara memasak yang lebih sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis sebentar. Dengan memperhatikan jenis sayuran dan metode pengolahannya, kita bisa menjaga kesehatan tubuh tanpa harus mengorbankan rasa dan kenikmatan makan.
[Erlina Damayanti]






