Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan mengawali kompetisi Championship dengan hasil minor. Tim Persela dipermalukan tamunya Deltras Sidoarjo, skor tipis 1-2, Senin (15/9/2025).
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan tersebut, tim tamu tampil lebih efektif. The Lobster membuka keunggulan saat laga baru berjalan 10 menit melalui sontekan Safitra Ramadan Udu.
Deltras kemudian berhasil menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Neville Mbanwei Tengeg pada menit 32, setelah pemain Persela Hendro Siswanto handsball di kotak terlarang.
Persela baru bisa memperkecil kedudukan pada menit 88, melalui eksekusi penalti Jonathan Bustos, setelah Osvaldo Haay dilanggar.
Gol tersebut membuat punggawa Laskar Joko Tingkir lebih termotivasi untuk mengejar gol penyeimbang. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 untuk kemenangan Deltras Sidoarjo tak berubah.
Pelatih Persela, Aji Santoso, mengaku kecewa dengan hasil ini, terlebih laga perdana dimainkan di kandang sendiri. Meski begitu, Aji menilai timnya sudah menunjukkan perkembangan positif di babak kedua.
“Sangat disayangkan, pertandingan pertama kita main home, kita mengalami kekalahan. Tetapi saya melihat, terutama di babak kedua, pemain sudah maksimal, menekan sepanjang babak kedua. Ada peluang yang seharusnya gol, tapi tidak gol,” kata Aji, usai laga.
Aji menegaskan, hasil minor dalam laga bertajuk Derby Jatim itu akan menjadi bahan evaluasi. Terutama kelemahan dalam penyelesaian akhir.
“Secara keseluruhan tim ini sebenarnya sangat menjanjikan, hanya kita menunggu momentum untuk segera bangkit,” ujarnya.
Sementara itu, Hendro Siswanto, tak menutupi rasa kecewanya, setelah insiden handsball yang membuat Persela tertinggal dua gol di babak pertama.
“Ini hasil yang sangat mengecewakan, karena kalah di kandang sendiri. Tapi kita sudah berusaha maksimal, terutama di babak kedua. Permainan cukup bagus. Secara pribadi, saya mohon maaf karena gol kedua lawan adalah kesalahan saya,” kata Hendro. (fak/but)






