Sidoarjo (beritajatim.com) – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi menggelar pelatihan pembuatan batako ramah lingkungan berbahan abu pembakaran sampah di aula SD Muhammadiyah 1 Candi, Ahad (14/9/2025). Kegiatan berlangsung selama dua jam dengan menghadirkan Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M. sebagai narasumber.
Peserta terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Candi. Selain membahas keterampilan teknis membuat batako, pelatihan ini juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan serta peluang meningkatkan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

Pentingnya Inovasi dari Limbah
Dalam paparannya, Tofan menekankan urgensi pengelolaan sampah rumah tangga.
“Kita harus peduli terhadap kondisi lingkungan, terutama terkait sampah. Jangan sampai kalah dengan China yang sudah mampu membangun pembangkit listrik dari pembakaran sampah bahkan sampai impor sampah. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, yakni pembuatan batako dari sisa abu pembakaran sampah,” ujarnya.
Ketua PCM Candi, M. Abror, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam tentang menjaga keseimbangan alam. Selain manfaat ekologis, program ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru.
“Ke depan, kami berencana membentuk amal usaha pembuatan batako dari abu pembakaran sampah. Produk ini bahkan bisa langsung dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru SD Muhammadiyah 1 Candi,” ungkapnya.
Bagian dari Program Pengabdian Masyarakat
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai melalui BIMA Kemenristek Dikti. Program tersebut bertujuan memberi dampak nyata, mulai dari peningkatan kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penciptaan usaha berbasis inovasi ramah lingkungan.
Latar belakang kegiatan ini semakin relevan mengingat Kabupaten Sidoarjo merupakan penghasil sampah terbanyak kedua di Jawa Timur. Namun tingkat daur ulangnya masih rendah, hanya sekitar 5,03% atau terendah ketiga di provinsi ini.
Melalui inovasi sederhana ini, Muhammadiyah Candi berharap dapat berkontribusi nyata dalam pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat. [but]






