Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, kembali melakukan inisiasi dua program berbeda guna mengembangkan sektor literasi dan integrasi keilmuan.
Dua program yang diinisiasi tersebut, masing-masing program One Term One Research One Publication (setiap santri didorong menghasilkan riset dan publikasi ilmiah per semester, dan One Experiment One Chapter (setiap eksperimen sains akan dituangkan menjadi bab tulisan ilmiah).
Inisiasi dua program tersebut didapat usai menyambut kedatangan salah satu guru besar Universitas Negeri Malang (UM), Prof Ahmad Taufiq yang notabene sebagai sosok akademisi dan penulis produktif di Gedung Utama IBS PKMKK Pamekasan, Kamis (11/9/2025).
Terlebih dalam kesempatan tersebut, Prof Taufiq juga komitmen melatih santri Padepokan Kiai Mudrikah, menulis karya ilmiah bertarif nasional hingga internasional. Terlebih dua inisiasi program tersebut juga selaras 7 (tujuh) pilar pesantren yang terletak di Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan.
Ketujuh pilar tersebut masing-masing One Day One Ayat, One Hadisth One Presentation, One Week Three Lenguages, One Person One Laptop, One Activity One Paragraph, One Week Three Fsahl, and One Week Three Theme.
“Dalam kesempatan itu, beliau (Prof Ahmad Taufiq) menyampaikan bahwa santri pesantren juga bisa bersaing di panggung akademik global, tentunya juga diberi kesempatan dan dibimbing dengan serius,” kata Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis, Sabtu (13/9/2025).
Penyampaian tersebut disambut hangat sebagai program inovatif, terlebih poin kolaboratif juga menjadi titik awal lahirnya tradisi baru di pesantren, yakni tradisi riset dan publikasi ilmiah di pesantren. “Untuk langkah pertama kita akan segera melakukan proses seleksi terhadap para santri,” ungkapnya.
“Target dari seleksi ini, para santri tidak hanya sekedar rajin mengaji, tetapi juga produktif menulis dan meneliti (riset). Hal ini tentu akan menjadi langkah nyata pesantren untuk ikut serta melahirkan generasi alim sekaligus ilmuwan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pria yang juga tercatat sebagai Ketua Senat UIN Madura, juga menilai kolaborasi IBS PKMKK Pamekasan bersama UM menjadi bukti pembaharuan. “Kolaborasi ini membuktikan bahwa pesantren mampu berdialog dengan dunia akademik modern, tanpa harus kehilangan jati diri keagamaan, Integrasi agama dan sains pun semakin nyata. Santri ber-kitab sekaligus ber-laboratorium,” pungkasnya. [pin/kun]






