Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus berinovasi menghadirkan program pembinaan produktif bagi warga binaan, salah satunya melalui program peternakan kambing yang kini tengah berjalan di lingkungan Lapas. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembekalan keterampilan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari 13 Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, namun juga diarahkan pada pembinaan kemandirian berbasis pemberdayaan ekonomi.
“Melalui program peternakan kambing ini, warga binaan bisa memperoleh ilmu, pengalaman, dan manfaat ekonomi. Harapannya, ketika bebas nanti mereka sudah memiliki keterampilan untuk hidup mandiri,” ungkapnya, Jumat (12/9/2025).
Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIB Mojokerto melibatkan delapan orang tamping (warga binaan pendamping) yang secara langsung bertanggung jawab terhadap pengelolaan kandang, pemberian pakan, hingga perawatan kesehatan kambing. Sebagai bentuk apresiasi, keuntungan dari program tersebut akan dibagi secara adil, dengan 15 persen diberikan kepada para tamping.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Lapas dalam mendukung program pemerintah sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul dari kalangan warga binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, kami ingin program ini menjadi bekal nyata agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” tegasnya.
Dengan adanya program peternakan kambing ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap dapat memberikan dampak positif, baik bagi ketahanan pangan maupun masa depan warga binaan setelah bebas nanti. [tin/beq]






