Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah problem pelik soal sampah plastik yang seakan tak berkesudahan, seorang calon wisudawan Petra Christian University (PCU) Surabaya, Salvina Adelia Susetyo, hadir dengan gagasan segar.
Melalui penelitian tugas akhirnya di program studi Interior Design and Styling, Salvina mengungkap potensi sampah plastik rumah tangga jenis polypropylene (PP) sebagai bahan alternatif untuk elemen interior.
Bagi Salvina, kreativitas tak sekadar melahirkan karya estetik, tetapi juga mesti menghadirkan jawaban atas persoalan lingkungan. Ia mengumpulkan berbagai limbah plastik rumah tangga, mulai dari gayung, pot bunga, hingga figura, kemudian mencacahnya menjadi potongan kecil.
Dari situ, ia melakukan eksperimen dengan berbagai teknik, seperti pengovenan, pencampuran dengan semen atau resin, hingga penggunaan heat-gun untuk melelehkan plastik.
“Sampah selalu jadi masalah tak berujung. Pertumbuhan jumlah sampah tidak sebanding dengan pengelolaannya,” ungkap Salvina ketika mempresentasikan karyanya.
Hasilnya tak main-main. Salvina berhasil menghasilkan lima jenis karya berbahan dasar limbah plastik: parquet, nightstand, roster, terrazzo, dan katalog RHPP (Recycled Household Polypropylene).
Untuk parquet bisa dipakai untuk dinding maupun lantai. Nightstand berfungsi sebagai meja kecil penyimpan barang dan tempat lampu. Sedangkan roster dapat diaplikasikan pada area halaman rumah. Terrazzo yang dibuat dari campuran cacahan plastik dan semen yang dilapisi resin pun dapat menghasilkan motif unik.
Adapun katalog RHPP sendiri menjadi dokumentasi visual yang menunjukkan potensi plastik rumah tangga daur ulang untuk berbagai kebutuhan interior.
Dengan penelitiannya ini, Salvina berharap masyarakat lebih terbuka pada material alternatif yang ramah lingkungan dan sustainable.
Karya Salvina ini pun sejalan dengan semangat Wisuda ke-88 PCU, yang tak hanya menjadi akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal langkah baru para lulusan untuk berkontribusi nyata. Wisuda kali ini menampilkan beragam karya inovatif yang lahir dari proses panjang perkuliahan.
Selain Salvina, ada pula Evelyn Widiana, mahasiswa Desain Komunikasi Visual, yang mengolah limbah kertas menjadi textured painting kit, serta Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo dari program Arsitektur, yang merancang desain Museum Wayang Potehi di Kembang Jepun, Surabaya. (fyi/ian)






