Kediri (beritajatim.com) – Nasi kebuli identik dengan cita rasa kaya rempah khas Timur Tengah sekaligus harga yang relatif tinggi. Namun, di Pare, Kabupaten Kediri, ada satu tempat yang menawarkan menu ini dengan harga terjangkau bagi pelajar dan tetap diminati keluarga, yakni Nasi Kebuli Hj. Inayah.
Berada di Kampung Inggris, tepatnya di Jl. Asparaga No.90, Tegalsari, Tulungrejo, kedai sederhana ini sudah menjadi pionir kuliner khas Arab sejak berdiri pada 2022, usai pandemi Covid-19.
Pemiliknya, Hj. Inayah, mengisahkan awal mula usaha kulinernya dimulai dari sistem pesan antar (COD) lewat media sosial. Banyaknya permintaan membuat dirinya memberanikan diri membuka warung makan. Pilihan jatuh pada nasi kebuli, karena selain punya pengalaman lama tinggal di Arab, ia juga melihat belum ada penjual makanan khas tersebut di Kampung Inggris.
“Saya buka di Kampung Inggris, saya buka Bismillah itu, pertamanya 4 kilo aja mbak, itu pun nggak habis, karena kan anak-anaknya masih sedikit ya. Lama-lamaan, Alhamdulillah banyak peminatnya,” kenangnya.
Seiring waktu, jumlah peminat kian meningkat. Saat ini, kedainya bisa menghabiskan sekitar 25 kilogram nasi kebuli setiap hari, bahkan mencapai 35 kilogram pada akhir pekan atau musim liburan. Menariknya, pelanggan tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga banyak dari luar kota seperti Surabaya, Blitar, dan Malang.
Meski tempatnya sederhana, suasana kedai terasa homey dengan dua pilihan area, yaitu lesehan indoor dan outdoor di bawah pepohonan rindang.
“Insyaallah nanti saya buka yang agak besar lagi tempatnya. Jadi biar nanti menjangkau area parkir, seperti itu, juga bisa bawa keluarga-keluarga besar. Kebanyakan itu pembelinya itu keluarga yang datang, jadi kalau mau parkir tuh bingung gitu,” ungkapnya.
Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi kebuli dengan lauk ayam, telur, sapi, hingga kambing. Selain itu tersedia juga camilan khas Timur Tengah berupa samosa dengan isian ayam dan kambing. Minumannya pun unik, seperti es teh tarik dan kopi rempah.
Harga yang ramah di kantong membuatnya semakin digemari, terutama bagi pelajar Kampung Inggris. Satu porsi nasi kebuli dibanderol Rp14 ribu hingga Rp21 ribu, dengan jam buka mulai pukul 11.00 WIB hingga habis. [nm/aje]






