Pamekasan (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Sukriyanto memiliki keinginan kuat agar tata kelola Pasar Tradisional Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan, tertata rapi dan tidak lagi semerawut yang berujung macet dan meresahkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan ketika dirinya memimpin serap aspirasi membahas pengelolaan Pasar Waru, agar lebih tertata dan tentunya semakin nyaman bagi masyarakat, baik bagi para pedagang, pembeli maupun pengguna jalan di wilayah setempat, Sabtu (6/9/2025) lalu.
Serap aspirasi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
“Dalam serap aspirasi itu, kita berdiskusi bersama seluruh stakeholder dan pihak terkait dengan harapkan Pasar Waru bisa lebih tertib, tidak semerawut, dan tentunya tidak lagi menimbulkan kemacetan. Sehingga masyarakat yang berjualan maupun pengguna jalan sama-sama merasa nyaman,” kata Sukriyanto, Senin (8/9/2025).
Selain itu, pihkanya juga tengah berupaya mencari solusi terbaik demi menciptakan suasana tertib dan nyaman bagi para pedagang maupun pembeli di kompleks Pasar Waru. Tidak terkecuali dapat mewujudkan suasana lancar bagi penguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
“Dalam hal ini, pemerintah hadir bukan hanya sekedar untuk mengatur, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat yang akan menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan. Karena dalam hal ini, tujuan kita bersama menciptakan suasana pasar yang aman, nyaman dan memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat,” jelasnya.
Jalur musyawarah sengaja dilakukan sebagai upaya merealisasikan nilai kebersamaan, di mana dalam kultur masyarakat Madura, khususnya di Pamekasan, musyawarah dan gotong royong menjadi nilai penting dalam setiap keputusan.
Terlebih dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga melibatkan sejumlah pihak termasuk pimpinan OPD yang memang memiliki sumbangsih konkrit untuk mewujudkan tata kelola Pasar Waru yang lebih nyaman dan tertib. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan OPD terkait.
“Kami lahir dari desa dan dibesarkan di pesantren, prinsip hidup sederhana untuk selalu dekat dengan rakyat. Sebab kami meyakini tanpa rakyat, seorang pemimpin bukanlah apa-apa, sehingga mendengarkan aspirasi secara langsung merupakan sebuah kewajiban yang akan terus kami jaga,” jelasnya.
Karena itu, melalui serap aspirasi dan diskusi tersebut nantinya dapat menemukan titik temu dan solusi konkrit menciptakan Pasar Waru bisa lebih nyaman dan tertib. “Tentu kami sangat berharap penataan Pasar Waru dapat berjalan lancar, sehingga membawa manfaat besar bagi pedagang, pembeli, maupun pengguna jalan,” pungkasnya. [pin/ted]






