Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 6-0 atas China Taipei dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (5/9/2025) malam. Meski hasil ini disambut positif oleh publik, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan laga tersebut tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan Garuda.
Erick menilai ketimpangan kualitas antara kedua tim menjadi faktor utama. “Tes yang sebenarnya nanti saat lawan Lebanon. Karena itu tim yang benar-benar kita tunggu untuk uji coba,” kata Erick usai pertandingan di GBT.
Menurutnya, Lebanon memiliki level permainan yang lebih tinggi dan bisa menjadi simulasi menghadapi lawan-lawan kuat di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Mereka punya peringkat lebih tinggi dari kita, dan sebagian besar lawan di babak keempat nanti berasal dari Timur Tengah. Jadi Lebanon bisa jadi tolok ukur yang setara,” imbuh Menteri BUMN tersebut.
Dalam pertandingan kontra China Taipei, skuad asuhan Patrick Kluivert tampil dominan sejak awal. Jordi Amat membuka keunggulan pada menit ke-4, disusul gol bunuh diri Ming-hsiu Chao menit ke-23. Marc Klok menambah keunggulan lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-33, sebelum Eliano Reijnders mencetak gol keempat di menit ke-38.
Pada babak kedua, Ramadhan Sananta mencetak gol menit ke-58, dan Sandy Walsh melengkapi pesta gol dengan tandukannya pada menit ke-60.
Ujian sesungguhnya bagi Indonesia akan berlangsung Senin (8/9/2025) malam di GBT. Duel lawan Lebanon dijadwalkan kick-off pukul 20.30 WIB dan akan menjadi sorotan besar sebagai laga pemanasan menghadapi kualifikasi resmi. [faw/beq]






