Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses seleksi untuk mengisi posisi pucuk pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) memasuki tahap krusial. Sebanyak enam kandidat calon direktur dinyatakan lolos seleksi administrasi dan dijadwalkan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pada 9-10 September 2025.
Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel), Budi Sukisna, menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan sesuai dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Komisaris dan Anggota Direksi BUMD.
“Keenam kandidat ini adalah para profesional yang akan memperebutkan posisi strategis untuk memimpin PT BBS,” ujar Budi, yang juga menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Pemkab Bojonegoro, Rabu (3/9/2025).
Adapun nama-nama yang lolos ke tahap UKK adalah Lilik Budi Witoyo, Moh Nur Faqih, Gatot Suharto Hari Muslimin, Jaswadi, Muhammad Ali Imron, dan Yenni Dahlia Ekawati. Mereka akan menjalani serangkaian tes yang dirancang untuk mengukur kapasitas, integritas, dan visi dalam memimpin perusahaan daerah strategis tersebut.
Menurut Budi Sukisna, UKK akan digelar selama dua hari. Pada 9 September, para kandidat wajib mengikuti ujian tertulis, presentasi makalah, serta pemaparan rencana bisnis perusahaan, kemudian dilanjutkan dengan wawancara panel. Sementara pada 10 September, peserta akan menjalani tes psikologi untuk mengukur kompetensi dan kesesuaian karakter dengan tantangan yang dihadapi perusahaan.
“Tim UKK nanti yang menilai. Kandidat yang memenuhi syarat dan ketentuan selanjutnya akan mengikuti wawancara akhir yang dipimpin kepala daerah,” jelas Budi.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas seleksi, panitia seleksi terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, akademisi, serta perwakilan pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) merupakan BUMD yang memiliki bidang usaha utama di sektor minyak dan gas (migas). Perusahaan ini didirikan untuk menangkap peluang usaha dari industri migas yang berkembang pesat di Bojonegoro, sekaligus mengembangkan sektor lain yang dapat menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan peran strategis tersebut, pemilihan direktur baru menjadi krusial. Dibutuhkan sosok pemimpin yang visioner, profesional, dan berintegritas tinggi agar PT BBS dapat memperluas kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. [lus/beq]






