Bondowoso (beritajatim.com) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember mendorong penguatan sektor kopi Bondowoso agar semakin mendunia seiring tingginya permintaan ekspor. Hal itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad, dalam capacity building dan business matching Festival Kopi Nusantara ke-8 di Hotel Grand Padis, Rabu (3/9/2025).
“Hulu perlu adanya peningkatan kualitas kopi lewat pendampingan intens. Permintaan ekspor kopi sangat tinggi. Ini peluang yang harus ditangkap pelaku usaha kopi,” tegas Achmad.
BI Jember, lanjutnya, telah menyiapkan dukungan menyeluruh bagi UMKM maupun pelaku usaha kopi di eks-Karesidenan Besuki. Dukungan itu mencakup peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Ia mencontohkan kesuksesan pameran kopi di Ibu Kota Nusantara (IKN) di mana produk kopi Bondowoso ludes terjual dengan harga premium. Selain itu, pelaku usaha juga difasilitasi mengikuti pameran tingkat nasional hingga internasional.
Tak kalah penting, BI juga mendorong digitalisasi di sektor kopi. Mulai dari pencatatan keuangan dengan aplikasi SIAPIK, pembayaran nontunai dengan QRIS, hingga pemasaran digital. “Dengan pencatatan berbasis aplikasi, perbankan akan lebih mudah memberikan persetujuan pembiayaan,” jelasnya.
Dengan dukungan tersebut, BI Jember berharap Bondowoso kian memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan yang tak hanya dikenal di nusantara, tetapi juga di pasar global. [awi/beq]






