Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya akselerasi dalam pelaksanaan program yang telah dianggarkan melalui Perubahan APBD 2025.
Menurut Emil, laporan komisi mencerminkan adanya dorongan kuat untuk mempercepat implementasi program.
“Ada harapan untuk melakukan akselerasi di dalam implementasi dan pelaksanaan apa yang telah dianggarkan,” tutur Emil usai Paripurna DPRD Jatim dengan agenda Penyampaian Laporan Komisi-Komisi, Selasa (2/9/2025).
Mantan Bupati Trenggalek ini juga menyinggung salah satu usulan komisi terkait penguatan sarana prasarana di sektor pertanian. Menurut dia, bidang pertanian termasuk perkebunan perlu mendapat perhatian lebih agar tetap mampu menopang kebutuhan daerah.
“Ada harapan mungkin dari salah satu komisi agar kita meningkatkan program penguatan sarpras di bidang pertanian di sektor-sektor terkait apakah itu perkebunan dan lain sebagainya,” kata Emil.
Lebih lanjut, Emil melihat adanya keselarasan antara prioritas daerah dengan arah kebijakan nasional. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa rencana pembangunan Jawa Timur tidak berjalan sendiri, melainkan sejalan dengan strategi pemerintah pusat.
“Lalu juga tentunya kita melihat secara umum relatif ada keselarasan dalam apa yang menjadi prioritas nasional dan prioritas daerah sebagaimana telah disampaikan oleh seluruh komisi,” imbuh dia.
Emil mengatakan, kondisi saat ini tidak boleh menghambat jalannya pemerintahan. Dia menyebut perubahan anggaran harus segera dijalankan untuk menjawab kebutuhan mendesak.
“Hari ini menjadi penting, kita harus cepat bergerak situasi yang terjadi di sekitar kita tidak boleh menghalangi roda pemerintahan untuk berjalan,” tegasnya.
Dia menambahkan, perubahan anggaran kali ini menyentuh sektor vital. Pendidikan dan kesehatan, kata Emil, menjadi bidang yang mendapat porsi penting dalam Perubahan APBD Jatim 2025.
“Karena perubahan anggaran ini penting sekali untuk menjawab hal yang urgent ya dalam bidang pendidikan, program untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan, kemudian juga program kesehatan ini semuanya masuk di dalam perubahan ini,” pungkasnya. [asg/beq]






