Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Gala Dinner Turnamen Sepak Bola Wanita Piala Wali Kota Kediri I 2025 di Delicious Restaurant, Jumat (29/8/2025). Acara ini diikuti seluruh tim peserta dan official sebagai ajang silaturahmi serta penguat kebersamaan di luar kompetisi.
Suasana hangat berubah semakin meriah saat Mbak Wali meminta tiap tim menunjukkan yel-yel andalan mereka. Kreativitas dan kekompakan para pemain menambah semangat menjelang laga final pada Minggu mendatang.
“Turnamen ini sudah dilaksanakan mulai dari Senin dan akan berakhir pada hari Minggu mendatang. Harapan kami akan muncul atlet internasional dari turnamen ini. Pemkot terus berkomitmen mendukung atlet-atlet untuk berprestasi,” ujarnya.
Menurut Vinanda, ajang ini bukan hanya kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah mempererat persatuan. Ia menekankan nilai sportivitas, kerja sama, dan perjuangan yang lahir dari olahraga. “Saya yakin adik-adik sekalian sudah berlatih dari usia dini hingga sekarang tunjuannya untuk bisa menjadi atlet. Apalagi menjadi atlet sepak bola wanita bukan perkara mudah pasti penuh dengan tantangan. Tapi adik-adik di sini bisa membuktikan kepada semua bahwa kalian bisa,” ungkapnya.
Lewat gala dinner ini, ia berharap lahir rasa persaudaraan tidak hanya di antara pemain, tetapi juga antar pemerintah daerah, aparat keamanan, asosiasi, dan komunitas olahraga. Mbak Wali meyakini, kebersamaan menjadi kunci agar sepak bola wanita Indonesia bisa bersaing di level internasional.
“Kalau di dalam pertandingan kalian berkompetisi tetapi ketika pertandingan selesai kalian harus saling mendukung. Saya doakan semua yang ada di sini dapat menjadi atlet yang handal. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga turnamen ini bisa terselenggara,” pungkasnya.
Sekretaris Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) Souraiya Farina turut memberikan apresiasi. Ia menilai perhatian Mbak Wali terhadap sepak bola wanita bukan sebatas wacana, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. “Mbak Wali ini adalah sosok tokoh muda yang tidak hanya menginisiasi tetapi juga ada aksi nyata. Terima kasih banyak Mbak Wali atas perhatiannya. Begitu pula dengan Pak Tomi terima kasih semangat dan aksi nyata sehingga turnamen ini bisa terselenggara,” jelasnya.
Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menegaskan turnamen ini bisa menjadi awal lahirnya Liga I Sepak Bola Wanita. Ia menambahkan, dukungan Mbak Wali menjadi pemantik agar dari Kediri muncul gerakan kompetisi berjenjang untuk tim putri. “Terima kasih Mbak Wali telah berkenan menggelar turnamen ini. Saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh peserta. Turnamen ini mendapat sambutan hangat ada beberapa tim dari Sulawesi sudah daftar dan Jawa Tengah banyak juga. Mengingat waktu akhirnya kita pastikan yang ikut 8 tim ini,” imbuhnya.
Turnamen ini diikuti delapan tim, yakni Mojang Priangan Persib Bandung, Laskar Hebat Denpasar Bali, Putri Garut, Laskar Mojopahit Mojokerto, Unesa Surabaya, Putri Singaraja Bali, Putri Megaloman Bondowoso, dan Inter Putri Kediri.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain perwakilan Forkopimda Plus, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko, Kepala Bakesbangpol Indun Munawaroh, Kepala Satpol PP Samsul Bahri, serta undangan lainnya. [nm/ian]






