Pasuruan (beritajatim.com) – Kebakaran besar yang terjadi di Pasar Baru Pandaan, Kabupaten Pasuruan, kemarin Kamis (28/8/2025) malam masih menyisakan kepedihan bagi para pedagang. Peristiwa itu membuat puluhan lapak rata dengan tanah dan barang dagangan ikut musnah.
Hari ini, suasana pasar masih dipenuhi bau asap dan sisa-sisa bangunan yang gosong. Pedagang tampak hanya bisa melihat puing lapak yang sebelumnya menjadi tempat mencari nafkah.
“Saya datang jam sembilan malam, kondisinya masih aman. Tidak lama kemudian ada percikan api, dan langsung membesar,” ujar Sulaiman, pedagang sayur, Jumat (29/8/2024).
Sulaiman menyebut api pertama kali terlihat dari sebuah bedak di dekat lapaknya. Dalam waktu singkat, api menjalar ke arah barat dan selatan hingga tak terkendali.
“Perkiraan ada 30 lapak lebih yang terbakar habis. Kata orang-orang, kemungkinan karena listrik,” tambahnya.
Kesaksian lain datang dari Miftahul Ana, penjual ayam di pasar tersebut. Ia menuturkan kobaran api yang muncul dari lapak tengah membuat warga panik.
“Api itu langsung wes besar sekali, dari tengah pasar. Orang-orang lari sambil mencoba menyelamatkan barang dagangan,” ungkap Ana.
Polisi bersama tim pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Mereka tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pemadaman.
“Kami langsung ke TKP dan berkoordinasi dengan damkar. Petugas bersama warga berusaha keras agar api tidak meluas,” jelas Kompol Firman, Pawas Polres Pasuruan.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Polisi memastikan penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk penyebab pastinya masih kami selidiki. Dugaan sementara karena korsleting listrik, tapi belum bisa dipastikan,” pungkas Firman. [ada/aje]






