Pamekasan (beritajatim.com) – Dua balita terduga campak di dua kecamatan berbeda di kabupaten Pamekasan, meninggal dunia dengan status suspek, seiring dengan belum keluarnya hasil uji laboratorium.
Kedua balita tersebut masing-masing pasien berusia 4 tahun yang dirawat di Puskesmas Pasean, selanjutnya dibawa ke RSU Mohammad Noer. Satu pasien lainnya berusia 8 bulan yang dirawat di Puskesmas Panagguan (Proppo), selanjutnya dirawat di RSUD Smart (Pamekasan).
“Kedua pasien yang meninggal ini statusnya suspek atau terduga campak, karena hasil uji laboratorium di Surabaya, masih belum keluar,” kata Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Avira Sulistyowati, Kamis (28/8/2025).
Balita meninggal dunia terduga campak diketahui berdasar hasil deteksi awal petugas medis dari gejala yang dialami. “Gejala awal bisa dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah mirip flu. Termasuk bintik kecil putih keabu-abuan dengan dasar merah yang muncul pada bagian dalam pipi atau mulut,” ungkapnya.
“Berdasar gejala itu, tim medis yang menangani menduga bahwa pasien tersebut terpapar campak. Namun untuk memastikan apakah positif campak atau bukan, kita masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.
Per hari ini, sebanyak 305 warga di Pamekasan , diduga terserang penyakit campak, dan sebanyak 144 warga di lainnya dinyatakan positif terdampak campak berdasar hasil uji laboratorium.
Guna menekan penyebaran penyakit tersebut, pihaknya meminta setiap fasilitas kesehatan agar segera melaporkan kasus suspek campak dalam batas waktu 24 jam untuk dilakukan progres investigasi lebih lanjut.
“Tidak kalah penting, kami juga mengingatkan agar adanya peningkatan pengawasan berbasis masyarakat. Artinya masyarakat juga berperan melaporkan atau membawa pasien terduga campak ke puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan penanganan,” imbaunya.
Tidak hanya itu, sejauh ini pihaknya juga sudah melakukan beragam upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran campak di wilayah setempat. Di antaranya melalui kegiatan imunisasi massal yang sudah dilaksanakan sejak Rabu (20/8/2025) lalu.
“Imunisasi massal ini kita lakukan di beberapa wilayah yang ditemukan kasus campak, disebar di 7 (tujuh) puskesmas berbeda di Pamekasan. Program ini menyasar sebanyak 5.016 orang dengan katagori usia 9 hingga 59 bulan,” pungkasnya. [pin/suf]






