Bondowoso (beritajatim.com) – Penyerapan gula petani oleh ID Food di Jawa Timur mulai berjalan, namun masih terbatas. Dari total 32 pabrik gula (PG) di provinsi ini, hanya tujuh yang masuk daftar tahap pertama dengan kuota serapan yang belum penuh karena pencairan dana dari Danantara dilakukan bertahap.
Sekretaris DPC APTRI PG Asembagus Situbondo, Herman Fauzi, menjelaskan bahwa tahap pertama penyerapan dilakukan melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
“Dana turun baru 20 persen, jadi baru tujuh PG yang masuk. Sisanya menunggu tahap berikutnya. Informasi dari pusat, pencairan bisa minggu depan,” ujarnya kepada BeritaJatim.com, Rabu (27/8/2025).
Adapun tujuh PG di Jawa Timur yang masuk tahap pertama yaitu PG Asembagus (Situbondo), PG Pradjekan (Bondowoso), PG Glenmore (Banyuwangi), PG Semboro (Jember), PG Gempol Kerep (Mojokerto), PG Ngadirejo (Kediri), dan PG Pesantren Baru (Kediri).
Di PG Asembagus, stok gula petani mencapai 6.500 ton dengan estimasi nilai Rp90 miliar. Dari jumlah tersebut, ID Food menyerap sekitar 4.000 ton, sementara sisanya 2.000 ton ditawarkan ke pedagang dengan harga acuan pemerintah (HAP) Rp14.500 per kilogram.
Di Bondowoso, General Manager PG Pradjekan, Chandra Wijaya, menyebut stok gula petani di pabriknya mencapai 6.905 ton atau senilai sekitar Rp100 miliar.
“ID Food akan menyerap 2.468 ton (Rp35,7 miliar), sisanya diserap mitra buyer SGN,” ujarnya.
Meski penyerapan mulai berjalan, APTRI menilai langkah ini belum cukup. Ketua DPC APTRI PG Asembagus, Anggi Firmansyah, menegaskan pihaknya bersama pengurus DPD dan DPN terus mendorong agar seluruh gula rakyat bisa terserap.
“Kasihan petani, ada yang sampai 6–8 periode tidak ada pedagang yang beli. Kami harap semua PG di Jawa Timur bisa diserap Danantara. Karena kalau pilih-pilih, kasihan yang lain,” katanya.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC APTRI PG Pandji Situbondo, Abdurrahman. Menurutnya, PG Pandji dan PG Wringinanom Situbondo didorong untuk masuk tahap kedua penyerapan.
“Janji awalnya 61 ribu ton se Jawa Timur diserap Danantara, sisanya 20 ribu ton lewat pedagang. Tapi pedagang berulah. Masih memilih gula dari PG tertentu,” ujarnya.
APTRI kini menunggu kepastian pencairan tahap pertama dan tindak lanjut rencana penyerapan gula rakyat di tahap berikutnya. [awi/beq]






