Bojonegoro (beritajatim.com) – Perusahaan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat, tidak hanya melalui program pembiayaan, tetapi juga lewat pengembangan kapasitas masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah Ruang Pintar yang berdiri di Dusun Bringan, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.
Kepala Cabang PNM Bojonegoro, Rony Dwi Arianto, menjelaskan bahwa ruang pintar hadir sebagai sarana pendidikan informal bagi anak-anak di luar kegiatan sekolah. “Selain fokus pada pembinaan usaha, kami juga ingin memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar di luar sekolah. Ruang pintar ini menjadi bagian dari CSR PNM sejak 2022,” ungkapnya.
Saat ini, PNM Cabang Bojonegoro membawahi 57 unit layanan dengan total 95 ribu nasabah. Jika digabung dengan Kabupaten Tuban, jumlahnya mencapai 202 ribu nasabah. Dari angka itu, Kecamatan Gayam tercatat hampir 2.500 nasabah, Desa Ngraho sekitar 100 nasabah, dan di Dusun Bringan sendiri ada 30 nasabah yang tergabung dalam dua kelompok.
Ruang Pintar Bringan menjadi salah satu yang paling aktif, dikelola langsung oleh warga desa. “Ada 37 pelajar yang rutin memanfaatkan ruang pintar ini. Kami berharap, semakin banyak masyarakat, terutama perempuan, yang sadar pentingnya mengakses lembaga keuangan resmi seperti PNM untuk modal usaha,” tutur Ali Mizan, pengurus Ruang Pintar Bringan.
Selain ruang pintar di Ngraho, PNM juga memiliki titik serupa di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo dan Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro. Ruang-ruang ini terbuka bagi masyarakat luas untuk mengakses pendidikan nonformal maupun kegiatan sosial.
Cerita inspiratif juga datang dari Zubaidah, salah satu nasabah asal Kecamatan Kepohbaru. Dari usaha kecil menjual gorengan, ia mampu menopang ekonomi keluarga hingga menyekolahkan dua anaknya. Disiplin membayar cicilan membuat Zubaidah pernah mendapat hadiah umrah dari PNM. “Saya sudah lima tahun ikut program Mekaar, modal ini sangat membantu usaha kecil saya,” ujarnya.
Dalam kegiatan bertema “Ceria Merdeka di Ruang Pintar”, masyarakat Gayam tak hanya menikmati suasana belajar, tetapi juga mendapat manfaat lain. Acara tersebut diisi dengan sosialisasi stunting dari Puskesmas Gayam, lomba menulis cita-cita bagi siswa, hingga pengecekan kesehatan gratis bagi warga.
PNM, yang merupakan bagian dari holding BUMN bersama BRI dan Pegadaian, berharap ruang pintar dapat terus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin hadir tidak sekadar memberikan pembiayaan, tapi juga mendampingi masyarakat agar bisa meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidupnya,” tambah Rony. [lus/kun]






