Gresik (beritajatim.com) – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik mencatat nilai investasi sebesar Rp106 triliun sejak kawasan tersebut resmi ditetapkan sebagai KEK pada 2021.
Direktur Utama PT BKMS, Bambang Soetiono, mengatakan nilai investasi Rp106 triliun itu merupakan akumulasi penanaman modal sejak berdirinya JIIPE hingga pembentukan KEK Gresik pada 2021.
“Dari total investasi tersebut Rp91,1 triliun di antaranya berasal dari Pelaku Usaha (PU). Kemudian Rp9,7 triliun berasal dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik. Sementara Rp5,2 triliun dari pelaku usaha yang hadir di JIIPE sebelum pembentukan KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71/2021,” ujarnya, Senin (24/8/2025).
Lebih lanjut, Bambang menyebut tahun ini BKMS menargetkan investasi sebesar Rp24 triliun. Hingga kuartal II 2025, realisasi telah mencapai Rp11,2 triliun atau sekitar 46 persen dari target.
Selain itu, pada kuartal II 2025 BKMS berhasil mendatangkan tiga pelaku usaha baru ke JIIPE, yaitu Golden Elephant, Xinyi Renewable Energy, serta satu pelaku usaha lain yang masih bersifat confidensial.
“Total saat ini terdapat 33 perusahaan yang beroperasi di kawasan JIIPE, termasuk PT Fertilizer Inti Technology, PT Adhimix PCI Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Xinyi Glass Indonesia,” jelasnya.
Sebagai informasi, PT Golden Elephant juga berkomitmen menanamkan investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) dengan nilai rencana mencapai Rp10 triliun. Hal ini semakin memperkuat posisi JIIPE sebagai kawasan industri dan pelabuhan terpadu yang menjanjikan di Indonesia.
Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menambahkan tren investasi di JIIPE terus meningkat sejak penetapan kawasan ini sebagai KEK pada 2021. Strategi pengembangan investasi didasarkan pada tiga pilar utama, yakni lokasi strategis, infrastruktur unggul, dan regulasi yang kondusif.
“Strategi KEK Gresik untuk menarik minat investor di antaranya dengan menerapkan aspek KEK Sukses yaitu Good Location, Good Infrastructure, dan Good Regulation,” katanya.
Menurutnya, KEK Gresik memiliki lokasi yang dekat dengan pusat kota dan kawasan pendidikan tinggi, sehingga mendukung ketersediaan tenaga kerja terampil. Selain itu, adanya akses jalan tol dan pelabuhan dalam kawasan memudahkan aktivitas bisnis.
“Pemerintah juga mendukung keberadaan KEK Gresik dengan memperbaiki akses utama menuju kawasan. Hal ini dibuktikan dengan akan diperlebarnya Jalan Daendels hingga depan pintu masuk, membangun duplikasi serta memperbaiki Jembatan Manyar Gresik,” pungkasnya. [dny/ian]






