Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menunjukkan bagaimana teknologi bisa hadir dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Iqbal Gilang Prastion, mahasiswa Program Studi Teknologi Listrik, merancang Training Kit PLC Pengisian Tangki Otomatis yang tak hanya berfungsi sebagai media belajar, tetapi juga berpotensi membantu usaha kecil seperti toko kelontong.
Karya ini terpilih sebagai salah satu Karya Menarik Calon Wisudawan 131 Untag Surabaya. Iqbal mengatakan, ide pembuatan alat ini lahir dari pengalamannya bekerja di bidang otomasi industri dan dorongan dosen pembimbingnya, Totok Dewantoro, S.T., M.T.
Alat berbasis Programmable Logic Controller (PLC) tersebut mampu mengatur pengisian tangki dengan dua mode, manual dan otomatis. Pada mode manual, sistem dikendalikan lewat tombol push button. Sementara di mode otomatis, pengisian berjalan sesuai setpoint yang diprogram, lengkap dengan urutan prioritas pengisian.
Totok menilai prototipe ini tidak hanya relevan untuk pembelajaran di kampus, tapi juga bisa diterapkan di masyarakat. “Kalau untuk industri rumah tangga atau usaha kecil, alat ini justru memungkinkan. Misalnya digunakan untuk menakar gula atau beras di toko kelontong,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Iqbal menambahkan, alat ini sudah diuji dengan tingkat kesalahan sangat rendah, hanya sekitar 0,5 persen. Dengan akurasi tinggi dan sensor berskala industri, training kit ini bisa dikembangkan lebih lanjut, termasuk dengan penambahan fitur Human Machine Interface (HMI) untuk monitoring real time.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus, inovasi ini juga membuka peluang efisiensi bagi UMKM. Proses menakar gula, beras, atau bahan lain yang biasanya dilakukan manual bisa berjalan otomatis, lebih cepat, dan lebih presisi.
“Harapannya, training kit ini bukan hanya jadi media belajar untuk adik tingkat, tapi juga memberi gambaran bahwa otomasi bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari, bahkan di skala usaha kecil. Nanti mereka tidak lagi asing dengan PLC yang sudah banyak digunakan di perusahaan,” tutup Iqbal. [ipl]






