Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali melaksanakan ekskavasi terhadap situs bersejarah Tondowongso. Penggalian arkeologi ini menjadi yang keempat kalinya sejak pertama kali dilakukan pada tahun 2016, dengan tujuan memperkuat pengembangan destinasi budaya di wilayah tersebut.
Staf Bidang Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri, Akhmad Khudori, menjelaskan bahwa ekskavasi kali ini difokuskan untuk menemukan struktur penting yang bisa memperkaya informasi sejarah. “Kalau kami fokusnya pada penggalian, jika sudah ada temuan struktur atau apapun akan kita hentikan,” katanya.
Ekskavasi dilakukan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) dan tim arkeolog Universitas Gadjah Mada (UGM). Ada tiga titik utama yang menjadi target penggalian, yaitu gapuro seluas 54 meter persegi, Candi Purwara 96 meter persegi, serta area candi induk dengan luasan 121 meter persegi.
Arkeolog UGM, Lintang Andarawati mengungkapkan sejak dimulai pada 20 Agustus lalu, tim telah menemukan susunan batu bata di kedalaman 160 sentimeter dari permukaan tanah, tepat di sisi selatan candi.
“Melanjutkan penggalian seperti hari sebelumnya, membuka kotak untuk mencari titik untuk pondasi tiang pancang. Nanti ada pengatapan situs, dan pemeliharaan biar lebih terjaga,” jelasnya.
Lintang menambahkan, peluang perluasan area penggalian tetap terbuka apabila waktu memungkinkan.
“Ini situs penting di Kediri. Selayaknya dilakukan pemeliharaan biar lebih terjaga. Sehingga bisa mendatangkan wisatawan,” ujarnya.
Ekskavasi di situs Tondowongso ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus mendatang dengan harapan bisa menghasilkan temuan penting yang memperkuat daya tarik wisata sejarah di Kediri. [nm/ian]






