Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 50.791 pelajar SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur tahun ini dipastikan menerima beasiswa afirmasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut resmi dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2025, dengan sasaran pelajar dari keluarga kurang mampu (desil 1).
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa langkah ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Timur untuk memperluas akses pendidikan.
“Ini ikhtiar Ibu Gubernur karena di tahun ini juga di PAPBD, Ibu Gubernur memberikan beasiswa bagi seluruh pelajar yang memang masuk keluarga kurang mampu atau desil 1. Kalau tidak salah jumlahnya 50.791 di seluruh Jawa Timur, baik SMA, SMK, dan SLB,” ujar Aries, Jumat (22/8/2025).
Aries menjelaskan, beasiswa afirmasi ini bisa digunakan siswa untuk berbagai kebutuhan, baik sehari-hari maupun sarana penunjang belajar.
“Kita berharap beasiswa di PAPBD ini bisa dimanfaatkan anak-anak untuk kebutuhan pendidikannya. Apakah untuk kehidupan sehari-hari karena mereka ini warga yang kurang mampu, atau mungkin untuk fasilitas pendidikan yang harus dibeli selama menempuh pendidikan. Semua jenjang akan diberikan, baik kelas 10, 11, maupun 12,” tambahnya.
Selain program berbasis APBD itu, Dindik Jatim juga menyalurkan santunan untuk anak yatim piatu dan biaya pendidikan bagi pelajar jalur afirmasi pada puncak peringatan HUT ke-80 RI di lingkungan Dinas Pendidikan Jatim.
Dalam setiap momentum, Dindik Jatim juga telah rutin memberikan perhatian kepada tenaga pendukung sekolah seperti cleaning service dan penjaga sekolah.
Dengan adanya alokasi beasiswa afirmasi dalam PAPBD 2025, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya agar tidak ada pelajar yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi. [ipl/beq]






