Surabaya (beritajatim.com) – Kuliah bukan cuma soal hadir di kelas dan mengejar ijazah. Untuk Gen Z, masa kuliah adalah kesempatan emas belajar, berkarya, dan membangun jaringan, agar siap menghadapi dunia kerja yang cepat berubah.
Peluang baru muncul karena AI, robotik, big data, dan industri 4.0. Beberapa pekerjaan hilang, tapi banyak yang tercipta. Mahasiswa yang aktif mengasah kemampuan dan membangun pengalaman lebih berpeluang jadi lulusan yang dicari, bukan sekadar menunggu pekerjaan.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mahasiswa baru adalah aset penting yang harus memanfaatkan potensi besar Jawa Timur. Provinsi ini strategis, luas, dan memiliki ekonomi yang terus berkembang.
“Kalau cuma diam, potensi bisa jadi beban. Gunakan masa muda ini untuk belajar, berkarya, dan berinovasi,” ujarnya di hadapan 1.825 mahasiswa baru Unesa, Kamis (21/8/2025).
Selain itu, Jatim memiliki angka usia produktif lebih dari 70 persen, tapi tidak semua pemuda terserap dunia kerja. Aries menekankan, mahasiswa harus mengubah potensi ini menjadi kekuatan nyata lewat kuliah.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk mendukung mahasiswa, seperti beasiswa, pelatihan kerja, cerdas digital, double track SMA, dan pemberdayaan pesantren, agar Gen Z bisa bersaing dan memanfaatkan peluang baru.
Aries menekankan pentingnya mahasiswa punya ide, berani kolaborasi, dan berinovasi. “Sejarah digerakkan oleh game changer. Mahasiswa Unesa juga bisa jadi game changer di era teknologi. Pertanyaannya, siapkah kalian?” tanya Aries.
Ia pun menutup dengan optimisme untuk 2025. Kata dia, mahasiswa baru adalah bagian dari kebangkitan Jatim melalui pemulihan ekonomi, pembangunan manusia, dan penciptaan lapangan kerja. “Mari kita songsong masa depan dengan percaya diri,” katanya. [ipl/but]






