Lamongan (beritajatim.com) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan, menegaskan komitmennya ambil bagian dalam percepatan penanganan stunting. Hal itu diwujudkan melalui pelatihan dan Lomba Kreasi Menu Balita Stunting, yang digelar di GOR Lamongan, Kamis (21/8/2025).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas para anggota dalam menghadirkan menu sehat dan bergizi seimbang, namun juga menjadi langkah nyata mendukung program pemerintah menekan angka stunting di Lamongan.
Selain fokus pada kesehatan balita, lomba ini juga dirangkai dengan perayaan HUT Dharma Wanita ke-26, sebagai momentum memperkuat peran perempuan dalam keluarga sekaligus masyarakat.
Lomba ini diikuti sekitar 74 kelompok, masing-masing terdiri dari dua peserta, mengusung tema “Kreasi Masakan Lokal untuk Balita Sehat dan Cegah Stunting”.

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lamongan, Puji Dariani Nalikan, menyampaikan pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan dalam menyusun menu harian balita, khususnya balita stunting, dengan memperhatikan standar gizi seimbang.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penggunaan protein ganda dalam setiap olahan masakan. Namun, bahan yang digunakan wajib memanfaatkan produk lokal, seperti ikan mujair, bandeng, tombro, udang, maupun kakap tanpa melibatkan bahan impor.
“Dengan memanfaatkan hasil laut dan perikanan lokal, selain lebih mudah dijangkau masyarakat, juga mendukung perekonomian daerah. Intinya, masakan harus bergizi, menarik, dan bisa diterima balita,” katanya.
Peserta kemudian ditantang untuk menciptakan kreasi menu balita berbahan lokal dengan tampilan menarik sehingga anak-anak tertarik untuk makan, sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang optimal.
“Kami berharap edukasi yang diberikan dapat menular ke masyarakat luas, sehingga upaya bersama menurunkan angka stunting di Kabupaten Lamongan semakin efektif,” ucapnya. (fak/but)






