Lumajang (beritajatim.com) – Sedikitnya baru 150 pemandu wisata di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang tercatat sudah memiliki sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dari total 300 pemandu wisata yang terdaftar di Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, masih ada sekitar 150 orang yang belum memiliki sertifikat resmi tersebut.
Sebagai informasi, sertifikat BNSP merupakan pengakuan resmi atas keahlian seseorang dalam bidang tertentu, termasuk pemandu wisata. Dokumen ini menunjukkan bahwa penerimanya telah memenuhi standar nasional yang berlaku di bidang profesinya.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Yuli Harismawati, menjelaskan sebagian besar pemandu wisata yang sudah bersertifikat berasal dari Kecamatan Pronojiwo, kawasan yang dikenal memiliki destinasi wisata unggulan seperti air terjun Tumpak Sewu.
“Ini yang sudah bersertifikat ada 150 pemandu wisata dari jumlah total 300 orang. Guide yang bersertifikasi ini paling banyak berada di Pronojiwo, mengingat tingginya kunjungan wisatawan di sana dan pentingnya pelayanan profesional di kawasan ini,” terang Yuli, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, sertifikasi BNSP menjadi jaminan bahwa pemandu wisata di Lumajang memiliki kemampuan komunikasi, pengetahuan budaya, dan keterampilan pelayanan yang sesuai standar. Pemkab Lumajang berkomitmen untuk menambah kuota sertifikasi setiap tahun agar semakin banyak pemandu wisata yang bisa menjangkau level profesional.
Menambah jumlah pemandu bersertifikat juga dianggap penting untuk meningkatkan kepuasan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang menuntut standar pelayanan internasional. Selain itu, program ini mendorong pemberdayaan pemandu lokal agar lebih mandiri dan mampu bersaing secara profesional.
“Tentu pemandu wisata yang kompeten akan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan. Ini jadi komitmen kami dalam mencetak pemandu wisata profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Yuli. [has/ian]






