Leeds (beritajatim.com) – Pekan lalu, Jack Grealish yakin bahwa keputusannya hengkang ke Everton adalah yang terbaik. Dia ingin membuktikan kepada City yang telah membuangnya bahwa dia masih layak dipertahankan. Kepada BBC, dia bahkan menjamin suporter The Toffees bahwa akan ada perubahan positif dengan keberadaannya. Tetapi, keyakinan itu hanya bertahan sepekan.
Dini hari tadi, Everton bahkan langsung keok 0-1 dari Leeds United pada matchweek pembuka Premier League. Ironisnya, Leeds berstatus tim promosi. Gol semata wayang laga yang dimainkan di Elland Road itu tercipta via penalti Lukas Nmecha pada menit ke-84.
“Kami bermain buruk. Tetapi, ku rasa Leeds juga tidak layak menang. Wasit membuat beberapa kesalahan termasuk hadiah penalti untuk Leeds,” ujar tactician Everton David Moyes kepada ESPN.
Ironisnya, gawang Everton kebobolan setelah Grealish diturunkan menggantikan Tim Iroegbunam pada menit ke-71. Atau hanya 13 menit sebelum gol Leeds tercipta.
Dalam debutnya itu, Grealish juga tidak banyak berkutik. Dilansir Who Scored, dia hanya mencatatkan satu tembakan gagal. Kepiawaiannya di dribbling juga tidak terlihat. Dia juga hanya melakukan 15 sentuhan. Winger 29 tahun itu juga tanpa operan kunci.
Keyakinan Grealish bersama Everton seolah membuatnya kembali ke era medioker bersama Aston Villa (2013-2021). Kala itu, posisi terbaik Villa bersama Grealish di Premier League adalah peringkat kesebelas musim 2020–2021 yang sekaligus jadi musim terakhirnya sebelum ke City.
Ketika dibeli City, Grealish menikmati puncak kariernya dengan merasakan 8 trofi. Tetapi, statistiknya kurang maksimal dengan hanya membukukan 17 gol dan 23 assist dari 157 laga.
Kontraknya bersama City berlaku hingga 2027. Tetapi, jika musim ini gagal moncer bersama Everton, Grealish sangat mungkin bakal kembali dilepas ke klub lain untuk musim depan dan akan pergi dari City berstatus free agent.
“Hasil yang tidak sesuai ekspektasi. Tetapi, aku bangga bisa melakukan debut bersama klub hebat ini,” takarir Grealish di Instagram. (dio)






