Jombang (beritajatim.com) – Empat orang terluka dalam kecelakaan di jalan tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 688+600, Jalur B, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Minggu (17/8/2025).
Kejadian ini melibatkan dua kendaraan, sebuah Daihatsu Grand Max dan truk box Isuzu yang membawa galon air mineral. Kejadian ini meninggalkan dampak serius bagi para korban yang terlibat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula ketika Daihatsu Grand Max yang dikemudikan oleh Riza Muzakki (41), seorang pegawai negeri sipil dari Kediri, kehilangan kendali.
Grand Max tersebut bergerak di lajur kanan dari arah barat ke timur, dan tiba-tiba berbelok ke arah kiri, menabrak truk box Isuzu yang melaju di jalur kiri. Meskipun arus lalu lintas relatif lancar dan cuaca cerah, kendaraan itu tidak bisa menghindari tabrakan.
“Semula kendaraan Daihatsu Grand Max berjalan di lajur kanan dari arah barat ke timur kurang menguasai kemudi mengarah ke kiri menabrak kendaraan Truck Box Isuzu,” ujar Siswanto berdasarkan terangan aksi di lokasi.
Truk box Isuzu yang dikemudikan oleh Joko Santoso (37), seorang karyawan swasta asal Bogor, membawa muatan galon air mineral. Beruntung bagi Joko, dia tidak mengalami luka. Namun, pengemudi dan tiga penumpang di kendaraan Daihatsu Grand Max mengalami luka-luka serius dan dilarikan ke RSUD Jombang.
Mereka adalah; Riza Muzakki, pengemudi Daihatsu Grand Max, mengalami luka berat, dengan indikasi patah tulang paha kiri, serta Firman Abba Prambudi (17), seorang pelajar asal Kediri, mengalami luka ringan pada bagian alis kiri.
Selanjutnya, Gavin Adyuta Mahogra (18), pelajar asal Tangerang Selatan, mengalami luka ringan pada kening dan jari manis tangan kiri, serta Tri Cahyo Ferianto (37), seorang guru asal Kediri, menderita luka berat dengan indikasi patah tulang pada pergelangan tangan kiri dan dislokasi tulang rahang kiri.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini tentu memberikan pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, terutama di jalan tol yang memiliki arus lalu lintas padat.
Sebagai bentuk solidaritas, pihak berwenang segera memberikan bantuan kepada korban, memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Para korban yang dirawat di RSUD Jombang ini tetap membutuhkan perhatian lebih lanjut, mengingat luka berat yang dialami. [suf]






