Sumenep (beritajatim.com) – Warga RT 04 RW 02, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura memilih cara berbeda untuk merayakan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. Mereka menggelar upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di Kali atau Sungai Marengan.
Para peserta upacara ‘nyemplung’ ke dalam sungai dengan ketinggian sekitar 50 cm atau sepaha orang dewasa. Para peserta upacara merupakan warga sekitar dan perangkat Desa Pabian. Selain itu, juga diikuti tokoh agama baik dari masjid, pengurus gereja, juga pengurus klenteng di Desa Pabian.
Warga sekitar Kali Marengan yang mengikuti upacara ini mengenakan baju adat madura. Yang pria mengenakan baju Sakerah. Sedangkan yang wanita mengenakan baju Marlena. Sebagian lagi kaum perempuan mengenakan baju Keraton Sumenep. Sedangkan bagi perangkat desa mengenakan batik tulis khas Sumenep berwarna merah.
Kepala Desa Pabian Zulfikar Ali Mustakim menuturkan, upacara di sungai ini sudah menjadi tradisi warga disini. Upacara ini dilakukan sejak tahun 2018. Ini merupakan bentuk syukur terhadap kemerdekaan Indonesia. Masyarakat Pabian ingin menunjukkan pada dunia luas, bahwa Pabian menjunjung tinggi budaya luhur pejuang.
“Di atas sungai mengalir penuh berkah, kita telah menunjukkn bahwa kita merajut kebersamaan. Dari berbagai budaya dan agama, bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pejuang,” ujarnya.
Zulfikar menuturkan, bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Marengan, upacara di sungai ini bukan sekedar melestarikan tradisi, namun juga bentuk ajakan kepada seluruh warga agar selalu menjaga kebersihan sungai.
“Sungai ini bukan tempat sampah terpanjang. Sungai merupakan sumber kehidupan, terutama warga di sekitar bantaran. Karena itu, kami sengaja menggelar upacara disini, agar masyarakat tahu, begitu berartinya sungai ini bagi kami,” ucapnya. [tem/suf]






