Malang (beritajatim.com) – Guardian Indonesia memulai program Guardiancares 2025 dengan memilih SDN Kasin, Kota Malang, sebagai lokasi pertama dalam pemberian fasilitas sanitasi dan air bersih.
Program ini menjadi langkah perdana sebelum dilanjutkan ke Yogyakarta dan Banten. Melalui program ini, Guardian ingin memberikan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak bagi sekolah-sekolah di Indonesia, mengingat masih banyak sekolah yang menghadapi masalah besar dalam hal kebersihan dan kesehatan.
Malvin Tarigan, Head of Marketing Guardian Indonesia, menjelaskan bahwa renovasi dan bantuan fasilitas sanitasi serta air bersih ini akan dilanjutkan ke 12 sekolah lainnya. Hal ini merujuk pada data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang menunjukkan bahwa kondisi sanitasi di banyak sekolah Indonesia masih memprihatinkan.
“Sebanyak 3,1 juta siswa di Indonesia sampai sekarang belum mendapatkan sumber air bersih di sekolah, dan 8,9 juta anak Indonesia belum memperoleh akses sarana sanitasi yang layak,” ungkap Malvin, Jumat (15/8/2025).
Program ini dimulai sejak 2022, dengan fokus pada pola hidup bersih dan sehat. Tahun ini, Guardian menargetkan tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Yogyakarta, dan Banten. “Kami berkomitmen membantu anak-anak Indonesia mendapatkan akses kesehatan dan kebersihan yang layak di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Air bersih dan sanitasi yang layak dianggap sebagai kebutuhan dasar untuk mendukung kualitas hidup yang sehat. Dalam program ini, Guardian tidak hanya menyediakan sumber air yang layak, tetapi juga sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Kami berikan wastafel, sarana air bersih, kemudian kita lihat sebelumnya terbatas untuk kamar mandi dan cuci tangan. Apalagi di SD Negeri Kasin ini ada 400 siswa. Kita memang gak bisa sendiri jadi harus banyak yang kita rangkul,” jelas Malvin.
Sebagai bagian dari program ini, Guardian Indonesia bekerjasama dengan Human Initiative, sebuah organisasi kemanusiaan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pembangunan sarana sanitasi dan sumur, tetapi juga menyediakan produk sabun mandi dan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa dan komunitas sekolah.
Tomy Hendrajati, Presiden Human Initiative, menambahkan, “Lebih dari sekadar bantuan, program ini menjadi investasi masa depan anak-anak. Kami percaya bahwa adanya fasilitas sanitasi yang memadai, didukung dengan edukasi tentang kebersihan sejak dini, tidak hanya akan menjaga kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan potensi mereka di sekolah.”
Dengan adanya program Guardiancares 2025, diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara optimal. [luc/suf]






