New York – WeRide (NASDAQ: WRD), perusahaan global terkemuka di bidang teknologi mengemudi otonom, asal Tiongkok mengumumkan pada Jumat (15/8/2025) bahwa Grab (NASDAQ: GRAB), superapp terbesar di Asia Tenggara, resmi berkomitmen melakukan investasi ekuitas strategis di WeRide.
Langkah ini menjadi bagian dari kemitraan strategis kedua perusahaan untuk mempercepat pengoperasian dan komersialisasi Robotaxi dan shuttle Level 4 di kawasan Asia Tenggara.
Investasi tersebut mencerminkan visi bersama untuk mengintegrasikan kendaraan otonom (Autonomous Vehicles/AV) milik WeRide ke dalam jaringan Grab, demi meningkatkan layanan dan standar keselamatan.
Grab menargetkan penyelesaian investasi ini pada paruh pertama 2026, bergantung pada ketentuan penutupan transaksi dan waktu yang diinginkan WeRide.
Dukungan ini sejalan dengan strategi pertumbuhan WeRide dalam memperluas armada komersial AV di Asia Tenggara serta memajukan mobilitas berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kemitraan ini akan menciptakan kerangka kerja untuk menghadirkan solusi otonom di seluruh jaringan Grab, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan skalabilitas.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, teknologi mengemudi otonom WeRide akan diintegrasikan ke dalam sistem manajemen armada Grab, mulai dari pencocokan kendaraan, penentuan rute, hingga operasional harian.
Selain itu, WeRide dan Grab juga akan melatih, meningkatkan keterampilan, serta memfasilitasi transisi mitra pengemudi dan komunitas lokal ke jalur karier bernilai tinggi di industri AV.
Founder dan CEO WeRide, Dr. Tony Han, mengatakan Visi WeRide untuk Asia Tenggara adalah menghadirkan ribuan Robotaxi di seluruh kawasan melalui peluncuran bertahap yang selaras dengan regulasi dan kesiapan masyarakat.
“Grab, sebagai mitra dan investor terbaru kami, adalah nama besar di Asia Tenggara dengan pengalaman dan skala yang tak tertandingi dalam layanan ride-hailing dan digital. Bersama-sama, kami akan menggabungkan teknologi AV canggih dan keahlian operasional WeRide dengan kekuatan Grab untuk mempercepat layanan Robotaxi yang aman dan efisien, memasuki pasar baru, serta memperkuat posisi sebagai pemimpin awal dalam membentuk masa depan mobilitas.”kata Dr Tony Han dalam keterangan tertulis kepada beritajatim.com, Jumat (15/8/2025)
Sementara itu, Group CEO dan Co-Founder Grab,WeRidemenambahkan ingin semua orang di Asia Tenggara memiliki akses ke transportasi yang andal kapan pun dibutuhkan. Namun, keterbatasan tenaga pengemudi masih menjadi tantangan.
“Kami percaya AV dapat melengkapi jaringan pengemudi kami, terutama di kota-kota dengan kekurangan pengemudi. Kami menantikan kerja sama dengan WeRide untuk menguji kendaraan mereka secara luas di berbagai lingkungan Asia Tenggara. Hal ini akan memberi kami wawasan berharga tentang performa di dunia nyata, menyesuaikan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan, serta memenuhi kebutuhan unik di kawasan ini.”tandas Anthony Tan.
Fokus Kerja Sama WeRide–Grab
Dalam implementasinya, WeRide dan Grab akan mengembangkan persyaratan teknis dan operasional untuk integrasi penuh AV ke dalam sistem manajemen armada Grab, meliputi:
Optimalisasi pengiriman dan rute melalui integrasi platform WeRide dan Grab untuk meningkatkan pengalaman penumpang.
Maksimalisasi waktu operasional kendaraan dengan protokol perawatan, perbaikan, dan pengisian daya yang efisien.
Pengukuran kinerja keselamatan dengan melatih AV menghadapi kondisi lalu lintas Asia Tenggara dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kesalahan manusia.
Pemantauan dan teleoperasi jarak jauh untuk memastikan keamanan dan dukungan darurat.
Dukungan pelanggan cepat tanggap demi menjaga kelancaran layanan.
Pelatihan dan peningkatan keterampilan melalui kolaborasi pelatih WeRide dan GrabAcademy guna mempersiapkan mitra pengemudi serta komunitas lokal beradaptasi dengan peran baru di industri AV.
Kolaborasi ini memperluas kerja sama yang telah terjalin sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Maret 2025, di mana kedua perusahaan sepakat mengeksplorasi kelayakan teknis, potensi komersial, serta peluang penciptaan lapangan kerja dari teknologi AV di Asia Tenggara.






