Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menganggap wajar kasus siswa yang kabur dari Sekolah Rakyat.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari proses adaptasi. Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat meninjau langsung Sekolah Rakyat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis (14/8/2025).
”Itu wajar, pasti ada error yang terjadi. Perubahan kultur kehidupan sehari-hari itu pasti ada. Itu proses biasa, ada yang enggak pernah tinggal di rumah, (sekarang) tinggal di asrama,” ujar Cak Imin.
Pemerintah, lanjut Cak Imin, akan terus berupaya menangani masalah tersebut. Mengingat, para siswa yang diterima di sekolah itu tidak melalui proses seleksi yang ketat, melainkan hanya berdasar pada tingkat kesejahteraan ekonomi.
”Pokoknya semua yang bermasalah kita tangani. Semua yang bermasalah kita tangani, karena masuk di sini kan tanpa syarat. Syaratnya hanya satu, desil satu,” tegasnya.
Cak Imin pun berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia meminta mereka bersyukur dengan cara meningkatkan ketakwaan dan belajar dengan serius.
”Manfaatkan kesempatan ini dengan optimal, jangan sampai sia-sia. Gunakan lingkungan yang baik, gunakan pembelajaran yang sudah disiapkan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
”Ini yang bikin kurikulum bukan main-main, langsung Presiden, pasti yang membantu orang-orang hebat. Jadi jangan disia-siakan,” imbuh Cak Imin.
Sementara itu, salah satu siswa, Gusranda Hugeng Saputra, mengungkapkan kebahagiannya setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat Unesa. Sebulan tinggal di asrama, ia mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga.
“Sekarang lebih disiplin. Di sini juga senang bisa mendapatkan banyak teman baru. Saya betah tinggal di sini, cuma kangen sama keluarga di rumah,” ungkapnya. [ipl/ted]






