Jombang (beritajatim.com) – Puskesmas Tapen Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, menggelar lokakarya mini lintas sektor dan Forum Konsultasi Publik (FKP) triwulan 3 yang berlangsung di pendapa Kecamatan Kudu pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Acara ini berhasil diselenggarakan dengan lancar, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Puskesmas Tapen Kudu drg. Isti Kenyo Rosanti, Sekretaris Camat Kudu Sudarmawan, serta anggota Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca), yang terdiri dari unsur Polsek dan Koramil setempat.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, di antaranya petugas Puskesmas, Kepala Desa/Lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta unsur TNI/Polri.
Para peserta lokakarya mini ini berfokus pada peningkatan layanan kesehatan di Kecamatan Kudu, dengan tujuan menjalin kerjasama yang lebih kuat antar sektor terkait.
Sekretaris Camat Kudu Sudarmawan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan lokakarya. Menurutnya, sektor kesehatan memang harus melibatkan banyak pihak, karena pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas.
“Dengan adanya banyak pihak, maka pelayanan kesehatan bisa semakin meningkat. Oleh sebab itu kami berharap melalui forum ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat Kecamatan Kudu,” katanya.
Kepala Puskesmas Tapen Kudu, drg. Isti Kenyo Rosanti, menjelaskan bahwa lokakarya mini lintas sektor ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar berbagai pihak dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Lokakarya mini lintas sektor ini diselenggarakan untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas, dan membina peran serta masyarakat secara terpadu,” kata drg. Isti.

Dalam kesempatan itu, drg. Isti juga menjelaskan beberapa agenda penting yang dibahas dalam lokakarya mini triwulan 3 Puskesmas Tapen Kudu. Di antaranya adalah evaluasi kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) pada triwulan 2, sosialisasi UKM triwulan 3, serta program inovatif Pak Gercepat (Periksa Kesehatan Gratis, Cepat, Edukatif, Pantau, dan Tindak Lanjut).
Selain itu, Puskesmas Tapen juga memperkenalkan pelayanan poli fisioterapi yang baru, yang diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pergi jauh-jauh ke rumah sakit.
Tentang FKP, drg. Isti mengungkapkan bahwa forum ini merupakan mekanisme penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan akuntabel. “Melalui FKP, kami membahas Standar Pelayanan Puskesmas Tapen Kudu yang mencakup 15 layanan kesehatan. Di antaranya adalah pelayanan klaster 2, 3, dan 4, serta layanan kesehatan gigi, konseling gizi, imunisasi, dan kesehatan jiwa,” jelasnya.
Dalam FKP ini, berbagai klaster layanan yang dibahas mencakup sejumlah aspek penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan klaster 2, misalnya, meliputi pemeriksaan ibu hamil, pasca melahirkan, anak pra-sekolah, dan balita sakit.
Sementara itu, pelayanan klaster 3 mencakup layanan kontrasepsi, pemeriksaan lansia, serta layanan kesehatan tradisional. Adapun klaster 4 dan 5 mencakup layanan gawat darurat, rawat inap, kefarmasian, dan fisioterapi.
“Melalui kegiatan ini, Puskesmas Tapen Kudu berupaya memperkuat koordinasi antar pihak terkait, guna memastikan kualitas layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” pungkas drg. Isti. [suf]






