Udine (beritajatim.com) – Kemarin, Luis Enrique sangat yakin bahwa Lucas Chevalier bakal jadi suksesor sempurna Gianluigi Donnarumma. Keyakinan entraineur Paris Saint-Germain itu langsung terbukti hanya 1×24 jam sejak dia menyatakannya. Baru saja, PSG mengalahkan Tottenham Hotspur 4-3 via adu penalti pada Piala Super Eropa.
Lucas Chevalier sebagai pengganti Donnarumma tampil cukup gemilang pada laga yang dimainkan di Stadion Friuli, Udine. Dia menggagalkan eksekusi Micky van de Ven. Total, ada dua eksekutor Spurs gagal. Sedangkan PSG hanya Vitinha yang gagal.
Meski begitu, PSG sempat ketir-ketir. Bahkan, Spurs unggul dua gol lebih dulu memanfaatkan kelemahan Les Parisiens dari bola mati. Van de Ven mengawali keunggulan Spurs via golnya pada menit ke-39. Berawal dari sepak bebas kiper Guglielmo Vicario, De Ven mencetak gol hasil dari bola liar tendangan Joao Palhinha yang membentur tiang gawang PSG.
Gol kedua terjadi tiga menit setelah turun minum. Kali ini giliran kapten Cristian Romero. Bek Argentina itu menanduk bola tendangan bebas Pedro Porro. Ironisnya, tandukan Romero sebenarnya tidak terlalu kencang. Chevalier seharusnya bisa menangkapnya. Tetapi, kiper yang dibeli dari Lille OSC itu gagal menepisnya meski sempat menyentuh bola.
PSG berhasil bangkit di 10 menit terakhir. Dimulai dengan gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Lee Kang-in pada menit ke-85. Memanfaatkan assist Vitinha, tendangan Lee dari luar kotak penalti gagal dimentahkan Vicario. Goncalo Ramos menyamakan kedudukan (90+4′) memanfaatkan assist Ousmane Dembele.
“Hingga 80 menit, Spurs lebih layak juara. Mereka tampil sangat baik. Tetapi, para pemain dan suporter (PSG, Red) tidak menyerah hingga semuanya benar-benar berakhir,” ujar Enrique dilansir TNT Sports.
Bagi PSG, kemenangan atas Spurs ini membalas nasib buruk mereka melawan wakil Premier League di final. Sebelumnya, mereka keok 0-3 dari Chelsea pada final Piala Dunia Antarklub 14 Juli lalu.
Juara Piala Super Eropa juga membuat PSG memenangi 5 dari 6 ajang yang mereka ikuti sejak musim lalu. Sebelumnya, mereka telah meraih quadruple dengan juara Ligue 1, Coupe de France, Trophee des Champions, dan Liga Champions.
Sedangkan bagi Spurs, mereka gagal mengawinkan Piala Super Eropa ini dengan Liga Europa yang mereka menangi 22 Mei lalu.
“Aku bangga dengan tim ini. Bukti bahwa kami bisa menghadapi siapa pun. Tentu akan ada evaluasi setelah ini,” ucap tactician Spurs Thomas Frank. (dio)






