Manchester (beritajatim.com) – Ekspektasi terhadap Benjamin Sesko musim ini pasti setinggi langit. Tetapi, striker asal Slovenia itu punya cara tersendiri agar beban di pundaknya tak terlalu berat. Yakni, memilih nomor punggung 30.
Dalam sejarah United, nyaris tidak ada pemain top yang mengenakannya. Hanya Matteo Darmian (2016–2017) dan John O’Shea (2000-2002) pemain lumayan top yang pernah memakainya.
Tetapi bagi Sesko, nomor 30 sangat krusial dalam karier profesionalnya. Itu dikenakannya sejak bersama RB Salzburg pada 2019 dan terus dipilihnya ketika berkostum RB Leipzig (2023-2025) dan kini bersama United.
Alasan striker 22 tahun itu memilih angka 30 ternyata terinspirasi oleh striker rival sekota Manchester City, Erling Haaland. Dalam 1,5 musim bersama RBS (2018-2020), Haaland mengenakan nomor tersebut. Dia sukses mencetak 29 gol dan 7 assist dari 27 laga.
“Awalnya, aku memilih nomor itu (30, Red) karena nomor kecil sudah ada pemiliknya. Dan, nomor itu juga pernah dikenakan Haaland. Tetapi, kini aku menyukainya dan itu istimewa,” ujar Sesko dikutip Sports Illustrated.
Ternyata, nomor tersebut memang membawa hoki bagi Sesko. Produktivitasnya terus meningkat. Bersama RBS dia mencetak 29 gol dan 11 assist dari 79 laga. Ketika berkostum RBL, dia mencatatkan 39 gol dan 8 assist dari 87 laga.
Target Sesko selanjutnya adalah meneruskan statistik moncernya dengan angka 30 bersama United. Lebih jauh, juga agar sejarah pemain United bernomor 30 membaik.
Bahkan, Sesko juga kini bisa head to head langsung dengan Haaland di liga yang sama. Sebelumnya, mereka hanya 6 kali bertemu. 4 di antaranya di level internasional dan 2 sisanya di Liga Champions. Haaland masih dominan dengan 4 kemenangan dan 5 gol. Sedangkan Sesko baru merasakan 1 kemenangan dan mencetak 2 gol.
“Aku sering melihat permainannya (Haaland, Red). Dia striker kelas dunia. Tetapi, kami memiliki karakter yang berbeda,” ucap Sesko. (dio)






