Banyuwangi (beritajatim.com) – Olahraga push bike kini tengah digandrungi anak-anak di Banyuwangi. Olahraga yang ditujukan bagi anak usia 2 hingga 7 tahun ini memiliki cara penggunaan unik, yakni tidak dikayuh seperti sepeda biasa, melainkan didorong dengan kaki.
Popularitas push bike di Banyuwangi meningkat pesat dalam setahun terakhir. Saat ini, olahraga ini telah memiliki komunitas bernama Sego Anget Racing Team (SART) Junior, yang berada di bawah binaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Selain push bike, SART dikenal sebagai wadah pembinaan atlet sepeda berbakat, khususnya cabang downhill. Komunitas ini rutin menggelar ajang Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill di Gantasan Bike Park.
Ketua SART Junior, Stivanus Catur, menyebutkan bahwa ada 30 anak yang tergabung dalam komunitas ini. Mereka aktif mengikuti berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Guardian Zafir Azzura (Guzar), bocah 6 tahun asal Kelurahan Tamanbaru, yang berhasil meraih peringkat lima pada ajang push bike di Malaysia, 26 April 2025 lalu.
“Push bike sangat bagus untuk melatih sensorik anak sejak dini. Anak-anak dilatih keseimbangan, kekuatan fisik, gerakan dasar, hingga teknik mengendalikan sepeda dengan baik,” kata Ivan, sapaan akrab Stivanus, Selasa (12/8/2025).
Latihan yang diberikan meliputi fisik seperti lari, squat jump, push jump, kontrol kanan-kiri, kelincahan, dan daya tahan. Menurut Ivan, para atlet SART Junior juga rutin berlaga di tingkat nasional, seperti kejuaraan push bike di Yogyakarta, Surabaya, Batu Malang, hingga Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) Push Bike di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir Juli lalu.
SART Banyuwangi juga aktif menggelar kejuaraan push bike lokal. Seri pertama yang diadakan di Banyuwangi Park pada akhir Februari lalu sukses menarik 300 peserta dari berbagai daerah. “Series kedua akan dilaksanakan di Poliwangi pada 6 September mendatang,” ujar Ivan. [alr/beq]






