Probolinggo (beritajatim.com) – Pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) A. Yani dengan area sekitarnya resmi dikerjakan. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari dan mendapatkan dukungan warga, asalkan memenuhi beberapa persyaratan yang mereka ajukan.
Ketua RT 2 RW 5, Tommy, mengatakan kesepakatan tersebut diambil setelah dilakukan musyawarah bersama warga. “Kami menyetujui pembangunan ini, tetapi harus ada empat titik lampu penerangan, pagar pembatas, gerbang, serta pemasangan CCTV,” ujarnya.
Tommy juga menegaskan perlunya pembatasan penggunaan jalan. “Harus diatur jam operasional untuk wisata kuliner. Gerbang dibuat khusus bagi pejalan kaki, tidak boleh dilalui mobil maupun motor,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, memastikan pihaknya siap memenuhi syarat tersebut. “Akan kami pasang pagar besi yang cukup tinggi dan bisa dikunci. Gerbang hanya dibuka saat jam operasional pujasera. Jalannya juga akan dipaving agar lebih nyaman,” katanya.
Meski begitu, Setyorini menyebut kendaraan roda dua masih dimungkinkan melewati jalur tersebut. “Motor boleh lewat, tapi akan kami koordinasikan dulu dengan Dishub untuk pengaturan lalu lintas di dalam pujasera,” tambahnya.
Pembangunan jalan tembus ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas di kawasan GOR A. Yani sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan dengan aturan yang jelas. (ada/but)






